Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
MPR RI
20 jam yang lalu
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
2
Simpati Indonesia Untuk Para Korban Ledakan Lebanon
DPR RI
20 jam yang lalu
Simpati Indonesia Untuk Para Korban Ledakan Lebanon
3
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
MPR RI
20 jam yang lalu
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
4
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
DPD RI
19 jam yang lalu
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
5
Kawal RUU Ciptakerja, Ketua DPD Minta Senator Fokus di Kepentingan Daerah
DPD RI
19 jam yang lalu
Kawal RUU Ciptakerja, Ketua DPD Minta Senator Fokus di Kepentingan Daerah
6
Sultan Najamudin Keluhkan Kinerja Menteri Perdagangan
GoNews Group
17 jam yang lalu
Sultan Najamudin Keluhkan Kinerja Menteri Perdagangan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Komisi X Angkat Bicara soal Rumor Siswa SMA yang Tak Lulus karena Mengkritik Sekolah

Komisi X Angkat Bicara soal Rumor Siswa SMA yang Tak Lulus karena Mengkritik Sekolah
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati
Selasa, 21 Mei 2019 21:36 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - 'AI', Siswa kelas XII jurusan IPS SMAN 1 Sembalun Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), disebut tidak diluluskan karena pernah mengkritik kebijakan sekolah. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati, menyayangkan kejadian tersebut.

Dalam rilis persnya, Selasa (22/05/2019), Reni mengungkapkan, dunia pendidikan harus menjadi ruang dialektika termasuk kritik bagi pendidik, siswa dan stakeholder pendidikan lainnya.

Tapi, kata Reni, 'Dialektika di dunia pendidikan harus dalam koridor etik dan harus dipertanggungjawabkan,'.

Jika betul, kritik menjadi alasan tidak lulusnya 'AI', Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menilai, "(hal) ini jelas melanggar prinsip demokratisasi di dunia pendidikan,".

Karenanya Reni meminta, persoalan yang telah menjadi perbincangan di publik ini dapat segera direspons oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

“Perlu ada klarifikasi secara mendalam atas persoalan tersebut. Jika memang ketidaklulusan siswa hanya dipicu oleh karena mengkritik kebijakan sekolah, harus ada koreksi atas kebijakan tersebut," tegas Reni.

Sebelumnya, 'AI' dinyatakan tidak lulus saat pengumuman kelulusan pada Senin (13/5/2019) pekan lalu. Padahal, Aldi menempati peringkat 2 di jurusannya dengan total nilai 192. Rumor beredar, pihak sekolah menilai Aldi tak layak lulus lantaran kerap melakukan pelanggaran disiplin.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww