Demi Persatuan Indonesia, Jaringan Kemandirian Nasional Gelar Buka Puasa Bersama 01 dan 02

Demi Persatuan Indonesia, Jaringan Kemandirian Nasional Gelar Buka Puasa Bersama 01 dan 02
Buka bersama 01 dan 02 yang diinisiasi ormas Jamin. (GoNews.co)
Kamis, 23 Mei 2019 19:32 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Perbedaan pilihan dalam pileg dan pilpres 2019, tidak harus berujung pada perpecahan. Pasalnya, proses pemilu dan pileg dianggap telah usai pasca ditetapkan oleh KPU 20 Mei 2019 lalu.

Jika pun ada pihak yang tidak puas dan ingin mengugat, disarankan melalui jalur dan mekanisme sesuai aturan perundang-perundangan yang ada.

Seluruh lapisan masyarakat, juga diminta untuk kembali berangkulan dan mengabaikan segala perbedaan.

Desakan ini disampaikan Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) yang menggagas acara buka bersama antara pendukung 01 dan 02 di salah satu restouran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

"Sudah saatnya kita merajut kembali persatuan dan kesatuan, dan melupakan segala perbedaan," ujar Ketua Umum DPP Jaringan Kemandirian Nasional, A. Iwan Dwi Laksono, Kamis (23/5/2019).

Jaman juga menyayangkan, saat ini masih ada beberapa elite politik dari kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang justru memperkeruh suasana.

"Kita minta sudahilah, jangan lagi berbicara yang bisa memercikkan gesekan di masyarakat. Pemilu sudah usai. Rakyat sudah menentukan pilihan. Jika ada permasalahan segera selesaikan secara konstitusional," tegasnya.

Selain elite, Jaman juga mendesak, agar media khususnya televisi turut mendinginkan suasana. "Jadi menurut kami, saat ini tidak perlu lagi mengundang tokoh-tokoh politik yang kontroversial dari dua kubu, terlebih lagi tokoh yang demen berstatmen provokatif," tukasnya.

Masih kata Iwan, para tokoh-tokoh sudah saatnya berhenti membuat emosi masyakarat. "Di Negeri ini banyak kok tokoh politik yang santun, yang masih bisa berfikir jernih, itu yang harus kita munculkan," pintanya lagi.

"Terus terang, kami sangat menyayangkan ketika ada TV berlomba-lomba menayangkan secara langsung kondisi bentrok yang justru menimbulkan kehawatiran dan melebarnya konflik hingga luar daerah. Jadi menurut kami, sudah saatnya ada filter di media," timpalnya.

Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat, baik dari kubu 01 maupun 02, untuk sama-sama melupakan istilah kampret dan cebong. "Tidak ada lagi kampret, cebong maupun 01 dan 02. Sekarang yang ada 03, yakni persatuan Indonesia," pungkasnya.***


wwwwww