Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
21 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
2
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
22 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
3
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
4
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
20 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
5
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
21 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
6
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat 'New Normal' dengan...
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat New Normal dengan...
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ziarah Rumah Gadang Meriahkan Idul Fitri di Nagari Sikabau Dharmasraya

Ziarah Rumah Gadang Meriahkan Idul Fitri di Nagari Sikabau Dharmasraya
Ziarah rumah gadang suku Mandahiliang di Nagari Sikabau, Kabupaten Dharmasraya.
Sabtu, 08 Juni 2019 22:36 WIB
Penulis: Eko Pangestu
DHARMASRAYA - Tradisi ziarah rumah gadang suku Mandahiliang di Nagari (Desa Adat)  Sikabau, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) masih bertahan sebagai sarana silaturahmi menyambut Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah. Acara tersebut digelar Jumat (7/6/2019).

"Ini merupakan acara puncak dari beberapa rangkaian tradisi tahunan keluarga besar pasukuan Mandahiliang menyambut Lebaran, sebelumnya ada takbiran dan halal bi halal menyambut Ramadhan," kata Pucuk Pimpinan Suku Mandahiliang, Jamhur Dt Jati di Pulau Punjung.

Ia mengatakan, dalam tradisi yang sudah turun menurun itu setiap kaum bundo kanduang atau ibu-ibu membawa rantang untuk acara makan bersama.

Kemudian ziarah rumah gadang diawali makan bajamba atau makan bersama dengan menu khas Ranah Minang, seperti rendang, gulai Ayam, dan hidangan Lebaran lainnya.

Ia berharap tradisi tersebut tetap bertahan di tengah perkembangan zaman yang begitu pesat, dan jangan sampai disiakan-disiakan karena hanya datang sekali dalam setahun.

Di samping itu, ia juga berpesan kepada orang tua supaya mengingatkan anak-anaknya agar menghindari kegiatan yang tidak bermafaat dan tidak sesuai adat istiadat.

"Ingatkan anak-anak, cucu, dan keponakan kita akan pentingnya pengetahuan ilmu adat, ilmu agama dan budi pekerti. Jangan sampai terjerumus pada kegiatan yang menyimpang, sebab kita boleh mengikuti zaman, tapi jangan termakan oleh zanam," jelasnya.

Pada kesempatan itu sekaligus disampaikan perkembangan pembangunan suku misalnya pembangunan mushala dan rumah gadang.

"Pada hari yang berbahagia ini juga dimanfaatkan sebagai momen bertukar pikiran keluarga besar suku untuk kemajuan kaum, nagari dan Dharmasraya ke depan," tambahnya.

Wali Nagari (Kepala Desa Adat) Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Abdul Razak menambahkan, tradisi ziarah rumah gadang juga dilaksanakan enam suku adat yang ada di nagari itu.

Seperti Suku Malayu, Suku Patapanang Ateh, Suku Patapang Bawuah, Suku Tigo Nini, Suku Piliang, dan Mandahiliang.

"Saya berharap masyarakat Nagari Sikabau dapat menjadikan momentum ziarah rumah gadang sebagai sarana bersilaturahmi dan saling memaafkan antara sesama di bulan yang indah ini," katanya.(tim_ep)


wwwwww