Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
7 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
2
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Pemerintahan
6 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
3
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
Pemerintahan
6 jam yang lalu
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
4
XL Axiata Ajak Mahasiswa Pahami Dunia Bisnis
Ekonomi
23 jam yang lalu
XL Axiata Ajak Mahasiswa Pahami Dunia Bisnis
5
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
21 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
6
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
Pendidikan
7 jam yang lalu
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Demokrat Usul Koalisi 02 Dibubarkan, PAN: Mungkin Mereka Dapat Tawaran yang Lebih Baik

Demokrat Usul Koalisi 02 Dibubarkan, PAN: Mungkin Mereka Dapat Tawaran yang Lebih Baik
Minggu, 09 Juni 2019 16:28 WIB
JAKARTA - Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay mengomentari ucapan Wasekjen Partai Demokrat Rachlan Nashidik yang menyarankan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto segera membubarkan Koalisi Indonesia Adil Makmur. Saleh menduga, ucapan itu terlontar karena Partai Demokrat sudah mendapatkan tawaran politik yang lebih baik.

"Itu pendapat sepihak Partai Demokrat. Mungkin Demokrat melihat bahwa mereka sudah tidak lagi bagian dari koalisi. Atau mungkin mereka mau keluar karena ada tawaran yang lebih baik," kata Saleh seperti dilansir GoNews.co dari Merdeka.com, Minggu (9/6).

Dia menambahkan, selama ini para elite Demokrat sering menyampaikan pendapat dengan nada-nada seperti keluar koalisi. Saleh yakin pasti ada sesuatu hal yang ingin dicapai oleh partai berlambang mercy tersebut.

"Nada-nada seperti ini kelihatannya banyak disampaikan oleh para pengurus Demokrat. Tentu ada target dan sasaran yang mau dicapai," ungkapnya.

Meski begitu, PAN tidak ingin ikut campur pada urusan internal Partai Demokrat. Sebab, kata dia, tidak ada paksaan untuk tetap bergabung di Koalisi Adil Makmur.

"PAN tidak bisa mencampuri sikap politik partai lain. Kami menghargai semua pilihan yang ada," ucapnya.

Dia melanjutkan, PAN juga nantinya bisa saja menentukan keputusan politiknya tanpa dicampuri pihak lain. Walau saat ini PAN belum menentukan sikap politik yang baru.

"PAN belum memiliki sikap politik terbaru. Kalaupun ada, tentu akan dibahas di internal partai. Kalau komunikasi lintas partai, itu tentu dimaksudkan untuk menjaga keteduhan dan menghindari kegaduhan. Itu tentu tugas semua pihak," tandasnya.

Sebelumnya, Wasekjen Partai Demokrat Rachlan Nashidik meminta capres nomor urut 02Prabowo Subianto untuk segera membubarkan Koalisi Indonesia Adil Makmur. Alasannya, kata dia, gugatan hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai persyaratan partai koalisi.

"Pak @prabowo, Pemilu udah usai. Gugatan ke MK adalah gugatan pasangan Capres. Tak terpilih sebagai anggota Partai. Saya usul, kamu segera bubarkan Koalisi dalam pertemuan yang dijadwalkan," kata Rachlan dalam akun Twitter resminya, Minggu (9/6).***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:MERDEKA.COM
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww