Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
Pemerintahan
6 jam yang lalu
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
2
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
Politik
7 jam yang lalu
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
3
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
4
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
Pendidikan
7 jam yang lalu
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
5
Mantan Pemred Tempo Angkat Bicara Soal Isu Terima Duit KKP
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Mantan Pemred Tempo Angkat Bicara Soal Isu Terima Duit KKP
6
Pandemi Covid-19, Usaha Travel Haji dan Umrah Lumpuh
Ekonomi
8 jam yang lalu
Pandemi Covid-19, Usaha Travel Haji dan Umrah Lumpuh
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Diguyur Hujan Es 'Biji Kopi', Warga Cemaskan Produksi Kopi Aceh

Diguyur Hujan Es Biji Kopi, Warga Cemaskan Produksi Kopi Aceh
Foto: Butiran es dengan rerata ukuran seperti biji kopi/twitter
Senin, 08 Juli 2019 13:02 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Peristiwa hujan es yang melanda 5 kampung di Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah pada Minggu (7/7/2019) kemarin, dikhawatirkan warga berdampak pada produksi kopi Aceh.

"Sudah pasti hujan es ini menyebabkan daun kopi rontok, demikian bunganya yang seharusnya jadi buah, dan akan mempengaruhi produksi ke depan," kata penyuluh pertanian setempat, Suprihono kepada wartawan, Minggu (7/72019).

Butitan es sebesar biji kopi yang bersamaan dengan angin kencang selama durasi kurang lebih 10 menit itu, juga merusak pemukiman warga.

"Parabola saya berlubang, karena memang butiran es yang jatuh saat hujan itu besar-besar," kata warga Kampung Paya Tungel, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah itu.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria, memjelaskan sebab terjadinya hujan es ini. Katanya, "Hujan es sama seperti terjadinya angin puting beliung, keduanya terjadi akibat adanya awan Cumulonimbus,".

Hujan es terjadi lantaran ada awan Cumulonimbus (awan CB) yang jarak dasar awannya yang sangat dekat dengan permukaan tanah. Sementara di bawah awan, suhu udaranya dalam keadaan sangat dingin.

Dengan demikian, awan CB yang merupakan kristal yang mulai jatuh sebagai hujan akibat dorongan angin kencang dari awan CB tidak sempat mencair.***


wwwwww