Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
12 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
2
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
13 jam yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
3
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
MPR RI
10 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
4
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Ekonomi
13 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
5
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
13 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
6
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
12 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Turnamen Bulutangkis Thailand Terbuka 2019

Dikalahkan Jepang, Sabar-Frengky: Kami Terlalu Buru-Buru

Dikalahkan Jepang, Sabar-Frengky: Kami Terlalu Buru-Buru
Rabu, 31 Juli 2019 17:55 WIB
Penulis: Azhari Nasution

BANGKOK - Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra harus mengakui keunggulan Yuta Watanabe-Hiroyuki Endo, di babak pertama Turnamen Bulutangkis Thailand Open 2019. Sabar-Frengky dikalahkan pasangan rangking lima dunia asal Jepang tersebut dengan skor 13-21, 13-21.

Pertahanan yang solid dari Watanabe-Endo menjadi kesulitan utama yang dihadapi Sabar-Frengky dalam pertandingan di Huamark Indoor Stadium, Rabu, 31 Juli 2019. Saat tertinggal jauh di game kedua, Sabar-Frengky juga disemangati oleh kedua pelatih yang mendampingi, Herry Iman Pierngadi dan Aryono Miranat.

Kedua pelatih mengatakan bahwa mereka masih muda dan jangan pernah menyerah sebelum pertandingan selesai, tetap fokus untuk mendapat satu demi satu poin dulu.

"Kami bermain terlalu buru-buru, lawan defense-nya alot banget. Kami usaha untuk kontrol tapi banyak melakukan kesalahan sendiri karena kurang sabar. Watanabe/Endo memang defense-nya paling rapat dibanding pasangan yang lain," kata Sabar kepada Badmintonindonesia.org.

"Kami sudah coba ubah permainan di game kedua dan lebih safe, tapi lawan lebih sabar dan lebih siap," Frengky menambahkan.

Sabar-Frengky yang kini duduk di rangking 52 dunia, berharap dapat meningkatkan prestasi dan penampilan mereka. Apalagi saat ini prestasi ganda putra Indonesia tengah menanjak, ditandai dengan dua final turnamen level elit yang dikuasai oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan.

"Tentu mau banget mengejar Kevin/Marcus dan Hendra-Ahsan, mereka adalah salah satu idola saya. Kalau dari kami, yang harus ditingkatkan itu power, ketenangan dan jam terbangnya," ungkap Sabar.

"Kalau saya, mau mencontoh dari kepribadian mereka, cara mereka berlatih. Kevin/Marcus dan Hendra-Ahsan itu latihannya fokus sekali, kalau di lapangan bisa total, benar-benar seratus persen," jawab Frengky. 

Setelah Thailand Open 2019, Sabar-Frengky akan mengukuti turnamen Chinese Taipei Open 2019 BWF World Tour Super 300 pada awal September mendatang. Sabar-Frengky berharap tahun ini mereka bisa menembus jajaran peringkat tiga puluh besar dunia. ***


wwwwww