Harimau Sumatera Keluar Habitat Diduga Akibat Kebakaran Hutan

Harimau Sumatera Keluar Habitat Diduga Akibat Kebakaran Hutan
Rabu, 07 Agustus 2019 17:43 WIB
PEKANBARU - Harimau sumatera keluar dari habitatnya dan terjebak di Kampung Minas Barat, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Rabu (7/8). Lokasi itu berada di penampungan minyak dari sumur, Gathering Station (GS) 5 milik PT Chevron Pacivic Indonesia (CPI).

Menurut Habitat Conectifity Managenent Coordinator, WWF Sumatera Tengah, Febri Anggriawan mengtakan, keluarnya harimau sumatera itu diduga akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sekitaran daerah tersebut. 

"Kita menduga bisa jadi karena kebakaran hutan dan lahan," ujar Febri.

Namun, febri menilai ada factor lain yang membuat si belang raja hutan itu muncul ke lokasi dekat pemukiman masyarakat. Menurut Febri, harimau juga bisa berpindah mencari teritori atau areal baru.

“Harimau memiliki wilayah jelajah yang luas yang mencapai 40 kilometer. Selain kebakaran lahan, ancaman lain yang terjadi misalnya alih fungsi habitat dan perburuan satwa," kata Febri.

Febri menyebutkan, kemunculan harimau di pemukiman masyarakat memang jarang terjadi. Berbeda dengan gajah di Riau, yang sering muncul dan terlihat oleh manusia. 

"Gajah sering muncul dan terlihat di pemukiman masyarakat, sehingga dilaporkan sebagai konflik," ujarnya.

Sementara itu, Kepala balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Suharyono mengatakan, harimau yang muncul dan berhasil diabadikan videonya oleh karyawan CPI itu diduga berasal dari empat kawasan konservasi yang ada di Riau. Wilayah jelajahnya mencakup Suaka Margasatwa Balai Raja, Giam Siak Kecil, Bukit Batu dan Taman Nasional Zamrud.

Pada Selasa (6/8) kemarin, daerah Kabupaten Siak yang merupakan berdekatan dengan habitat gajah terjadi kebakaran lahan. Kabut asap menyebar kemana-mana, dan diduga mengganggu habitat gajah.

Kepala BPBD Riau Edwar Sanger mengatakan, kebakaran lahan di Siak masih terjadi hingga saat ini. Petugas gabungan dari TNI Polri, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api masih berjibaku melakukan pemadaman. “Petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di areal lahan yang terbakar,” kata Edwar.

Lahan terbakar di Kabupaten Siak yaitun  di Desa Mempura Hulu, seluas 2 hektare. Desa Sei Betung, Kabupaten Siak seluas 1 ha. Di jalan Waja Wangsa dekat PT Cosmic Desa Kampung Tualang, Kabupaten Siak seluas 1 ha. Di Desa Rawa Air Putih, Kabupaten Siak seluas 1 ha. Dan terakhir di Km 87 Objek vital Taman Nasional Zamrud kawasan Hutan Lindung, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak bertambah terbakar hingga 0,15 ha. (gs1)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Peristiwa, Riau, GoNews Group

GoNews Warga yang Tewas Diterkam Harimau di Inhil Karena Memasuki Habitat Hewan Buas Tersebut
GoNews Seorang Warga di Inhil Tewas Diterkam Harimau Sumatera Saat Mencari Kayu, Tangan Kanannya Putus dan Lengan Tinggal Tulang
GoNews Gandeng WWF, Kejari Kuansing akan Sosialisasi Perlindungan Satwa Liar
GoNews Harimau Sumatera Masih Berkeliaran di Wilayah Kualu Nanas Kampar, Begini Penjelasan BBKSDA Riau
GoNews Ada Kebakaran Lahan, Dua Ekor Harimau Sumatera di Kempas Inhil Keluar dari Sarangnya
GoNews Tiga Harimau Sumatera Manampak Diri di Siak
GoNews Sering Karhutla, 3 Harimau Muncul di Kubu dan Kubu Darussalam Rohil
GoNews Harimau Sumatera Terjebak di Kawasan Sumur Minyak PT Chevron
GoNews Harimau Sumatera Berkeliaran di Koto Kampar
GoNews Harimau Sumatera Ditemukan Mati Lemas di Kuansing dengan Kondisi Tergantung di Lereng
GoNews BBKSDA Riau Turunkan Tim ke Koto Tuo Kampar Pasca Kemunculan Harimau di Pemukiman Warga
GoNews Harimau Masuk ke Pemukiman, Camat XIII Koto Kampar Ingatkan Warga Berhati-hati Saat ke Kebun, Jangan Sampai Seperti di Inhil
GoNews Setelah di Inhil, Kini Giliran Pemukiman Warga Kampar yang Didatangi Harimau
GoNews Harimau Kembali Muncul di Palupuah Agam, BKSDA Sumbar Lepas Kambing untuk Umpan tapi Belum Berhasil
GoNews Populasi Harimau Sumatera Ditaksir Tinggal 400 Ekor, Dirjen KSDAE KLHK: Mereka Top Predaktor
GoNews Populasi Harimau Sumatera di Aceh Diperkirakan Hanya Tinggal 250 Ekor
GoNews 12 Tahun Terpasang, Kamera Otomatis WWF-BBKSDA Akhirnya Berhasil Foto Harimau Bercumbu di Lanskap Rimbangbaling Kampar-Kuansing
GoNews Dibanderol Rp80 Juta, Calo Penjual Kulit Harimau Sumatera Mengaku Dapat Untung Rp20 Juta
wwwwww