Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Berantas Cukong Pilkada, Gus Jazil Ajak Ribuan Warga Sumba Timur Pilih Paslon ULP-YHW
Politik
23 jam yang lalu
Berantas Cukong Pilkada, Gus Jazil Ajak Ribuan Warga Sumba Timur Pilih Paslon ULP-YHW
2
Pendeta Tewas di Intan Jaya, Yan Mandenas Hubungi KSAD
DPR RI
22 jam yang lalu
Pendeta Tewas di Intan Jaya, Yan Mandenas Hubungi KSAD
3
MPR Mengedukasi Pilkada Damai melalui Sosialisasi 4 Pilar
MPR RI
17 jam yang lalu
MPR Mengedukasi Pilkada Damai melalui Sosialisasi 4 Pilar
4
DPR minta Cakada jadi 'Influencer' Protokol Kesehatan
DPR RI
16 jam yang lalu
DPR minta Cakada jadi Influencer Protokol Kesehatan
5
Cabup Dinilai Tak Penuhi Syarat, KPU Mabar Diminta Taat Aturan
Politik
16 jam yang lalu
Cabup Dinilai Tak Penuhi Syarat, KPU Mabar Diminta Taat Aturan
6
Jangan Hapus Pelajaran Sejarah!
Umum
17 jam yang lalu
Jangan Hapus Pelajaran Sejarah!
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ketegangan Manokwari Disebut Terpicu Hoax, Kapolri Instruksikan Ini pada Kapolda

Ketegangan Manokwari Disebut Terpicu Hoax, Kapolri Instruksikan Ini pada Kapolda
Tangkapan layar tayangan kompas TV
Senin, 19 Agustus 2019 13:39 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
PAPUA - Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Tito Karnavian mengungkapkan, ketegangan di Manokwari, Papua Barat, diduga karena sulutan kabar hoax.

"Sebetulnya sudah sempat bisa didinginkan (pasca insiden di asrama Mahasiswa Papua di Surabaya), tapi kemudian termakan berita hoax, ada meninggal lah, itu hoax," kata Kapolri kepada wartawan, Selasa (20/08/2019).

Kapolri mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terperdaya kabar palsu dan menjaga persatuan sesama anak bangsa.

Meski begitu, sebagai langkah preventif, Kapolri mengaku telah menginstruksikan kepada Kapolda Papua Barat, "untuk melakukan langkah-langkah pengamanan dan kekuatan yang lebih (jika dibutuhkan, red).

"Kemudian kalau perlu tambah pasukan ke daerah terdekat dari Maluku dari Sulawesi," kata Tito.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang mengaku telah berkomunikasi dengan gubernur Papua Lukas Enembe, mengungkapkan klrafikasinya.

"Kami mohon maaf karena sama sekali itu bukan mewakili suara masyarakat Jawa Timur. Oleh karena itu harus dibedakan antara letupan yang bersifat personal dengan apa yang sebetulnya menjadi komitmen Jawa Timur," kata Khofifah.

Sebagai upaya lanjutan, Khofifah mengatakan, Gubernur Papua juga akan menyambangi Jawa Timur untuk menyampaikan pesan-pesan langsungnya kepada mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di Jawa Timur.

Di tempat berbeda, Staf Khusus Presiden asal Papua, Lennis Kagoya berpesan, mahasiswa Papua di seluruh Indonesia dan seluruh masyarakat tanah Papua untuk tak terpancing isu yang bisa memecah belah.

"Tidak ada hitam, putih, kita sama anak Bangsa Indonesia. Yang kita lawan (bukan orang, red), tapi kemiskinan dan kebodohan,".***


wwwwww