Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
24 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
2
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
22 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
3
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
22 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
4
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
22 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
5
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Sepakbola
22 jam yang lalu
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
6
Hadapi Persita Tangerang, Persik Kediri Fokus Latihan Finishing Klinis
Sepakbola
22 jam yang lalu
Hadapi Persita Tangerang, Persik Kediri Fokus Latihan Finishing Klinis
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Kepala Laboratorium Udara DLHK Pekanbaru Sebut Indeks yang Dibagikan BMKG Bukan ISPU

Kepala Laboratorium Udara DLHK Pekanbaru Sebut Indeks yang Dibagikan BMKG Bukan ISPU
kepala laboraturium udara DLHK Syahrial menjelakan gambar yang diposting di media sosial
Senin, 26 Agustus 2019 22:11 WIB
Penulis: Astri Jasiana Nindy
PEKANBARU - Kepala Laboratorium Udara Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Syahrial, menuturkan skala indeks yang dikeluarkan dan dibagikan oleh BMKG bukanlah Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).

Menurutnya yang namanya data indeks ISPU hanya bisa diketahui dan dikeluarkan 1x24 jam padq pukul 15.00 WIB. Hal ini berbeda dengan BMKG yang tiap jam mengeluarkan data.

"Jadi gambar yang dipost oleh BMKG di media sosial bukan ISPU, melainkan konsentrasi dengan pengamatan per jam," kata Syahrial saat rapat dalam menyikapi perkembangan cuaca dan ISPU di Pekanbaru, Senin (26/8/2019).

Hal inilah yang menyebabkan perbedaan dua data display, yang akhirnya menjadi polemik di masyarakat. "Banyak masyarakat yang bertanya dan mengatakan bahwa data BMKG kualitas udara sudah sangat tidak baik, namun berdasarkan data yang saya punya dalam skala sedang," jelasnya.

Sebab, jika pada alat ISPU partikulat debu dengan ukuran diameter aerodinamik <10 mikron (PM10) telah menembus angka 200, berarti telah menunjukan kualitas udara yang tidak sehat dan dapat merugikan kesehatan manusia.

Selain, Syahrial menuturkan penetapan Indeks ISPU hanya sampai skala 300. "Kalau ada yang bilang ISPU sudah 600, 700 itu tidak ada, sebab indeks ISPU hanya sampai 300, kalau angkanya 600 itu bukan ISPU tapi konsentrasi," tukasnya. ***

wwwwww