Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
17 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
19 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
18 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
17 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
8 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Badminton

MKGR: Gedung Partai Golkar Masih Jadi Tempat Judi dan Sarang Preman

MKGR: Gedung Partai Golkar Masih Jadi Tempat Judi dan Sarang Preman
Selasa, 27 Agustus 2019 20:37 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Arman Amir mengungkapkan praktik perjudian yang dilakukan sejumlah preman di dalam sekretariat Partai Golkar masih terus berlangsung.

Setelah kemarin viral video para preman yang bermain judi menggunakan baju seragam AMPG, kini muncul lagi video baru yang memperlihatkan praktik perjudian di dalam kantor DPP Partai Golkar.

"Pelajaran apa yang hendak  kita sampaikan kepada rakyat dan pemilih Partai Golkar, tentu bukan perilaku yang memalukan seperti itu," tegas Arman kepada wartawan, Selasa (27/08).

Arman menilai respon pengurus DPP Partai Golkar terhadap perjudian yang kemarin ramai diperbincangkan, semata hanya ingin membersihkan diri dengan mengkambing hitamkan penyusup. "Bagaimana bisa penyusup masuk sementara pengurus tidak bisa," sambung Arman.

Arman meminta pihak kepolisian, khususnya Kapolres Jakarat Barat, untuk mengosongkan preman-preman yang ada di dalam kantor DPP Partai Golkar. Keberadaan mereka sudah meresahkan warga sekitar, dan moncereng nama baik Partai Golkar.

"Mereka dihadirkan bukan atas nama kader. tapi hanyalah preman yang diberikan label kader AMPG. Jelas ini mencoreng nama baik Partai Golkar," katanya.

Arman melihat saat ini Partai Golkar semakin jauh dari narasi pendidikan politik kepada rakyat. Saat ini yang dibutuhkan Partai Golkar adalah mengembalikan citra positif partai. "Partai Golkar harus menjadi pelopor perubahan kehidupan berbangsa dan negara, bagaimana mau mengurus rakyat, mengurus diri sendiri saja masih amburadul," pukasnya.***

wwwwww