Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
24 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
2
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
MPR RI
22 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
3
PMI Bebas dari Hukuman Mati, Gus Jazil: Diyat Rp15,2 Miliar Dibayar Laziz NU
Politik
17 jam yang lalu
PMI Bebas dari Hukuman Mati, Gus Jazil: Diyat Rp15,2 Miliar Dibayar Laziz NU
4
Viral Video PHK Massal Maskapai di Medsos, Lion Air: Bukan PHK tapi Pengurangan
Ekonomi
23 jam yang lalu
Viral Video PHK Massal Maskapai di Medsos, Lion Air: Bukan PHK tapi Pengurangan
5
PDIP Tantang Kementan Tunjukkan Hasil Riset Kalung Anti Corona
Peristiwa
23 jam yang lalu
PDIP Tantang Kementan Tunjukkan Hasil Riset Kalung Anti Corona
6
Masih Ada 7 WNI Yang Terancam Hukuman Mati, Gus Jazil Minta Pemerintah Belajar dari Kasus Eti
Peristiwa
17 jam yang lalu
Masih Ada 7 WNI Yang Terancam Hukuman Mati, Gus Jazil Minta Pemerintah Belajar dari Kasus Eti
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Akademisi Unilak Dorong Pengembangan Ekspor UMKM di Riau

Akademisi Unilak Dorong Pengembangan Ekspor UMKM di Riau
Tim PPUD Unilak yang didanai kemenristekdikti Bersama mitra PPPUD wajik tapai melayu.
Senin, 09 September 2019 22:13 WIB
Penulis: Astri Jasiana Nindy
PEKANBARU - Tim akademisi dari Universitas Lancang Kuning (Unilak) dorong pengembangan ekspor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia, melalui pengembangan ekspor produk berupa wajik tapai melayu yang dikelola oleh UMKM Puspa Melayu.

Di bawah pimpinan Drs Puspa Zaitun yang terdiri dari Sri Maryanti SE MSi sebagai ketua tim, Nining Sudiar MP, Afred Suci SE MM dan Hardi SE MM. UMKM Puspa melayu berhasil mengoptimalkan dana hibah Dikti melalui Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) dalam mengasistensi mitra UMKM agar dapat mengembangkan pangsa pasarnya keluar negeri.

Menurut Sri Maryanti, kegiatan asistensi telah dilakukan sejak Maret 2019, hingga saat ini. Dan akan berlanjut hingga tahun 2021 sesuai dengan pendanaan dari Dikti.

"Diharapkan UMKM Puspa Melayu yang selama ini sudah cukup memiliki reputasi di pasar domestik, bisa melakukan ekspansi demografis yang lebih luas," kata Sri Maryanti di Pekanbaru, Senin (9/9/2019).

Dikatakannya, saat ini pasar ekspor memiliki karakteristik dan kualifikasi yang kompleks, terutama dari aspek manajemen kualitas, higienitas, pemasaran dan juga proses produksi yang efektif. Oleh sebab itu pihaknya berupa memberikan solusi terkait kesenjangan ini.

Menurutnya, jika hal ini berhasil dilakukan maka akan diperoleh multiplier effect yang dapat meningkatkan devisa nasional dan masyarakat setempat, akibat adanya penambahan volume produksi dan penyerapan tenaga kerja lokal.

"Keinginan dan upaya yang dilakukan ini sekaligus bagian dari strategi makro pemerintah dalam memperkenalkan Provinsi Riau sebagai pusat budaya Melayu dunia, termasuk di dalamnya berbagai kerajinan makanan khas daerah yang berkualitas," tambahnya.

Sementara itu, pemilik wajik tapai melayu Drs. Puspa Zaitun, sangat bersyukur dengan kegiatan PPPUD dari Unilak karena dapat menyelesaikan masalah mitra seperti masalah produksi yang terkendala dengan kualitas produk wajik yang cepat keras.

"Tim PPPUD mendatangkan tenaga ahli Pangan Prof Usman Pato dari Unri, kemudian mitra permasalahan lamanya proses produksi di atasi dgan memberikan diberikan mesin evaporator kristalisasi atau mesin pengaduk dodol. serta tim PPUD uang belum tertata dibenahi," kata Puspa Zaitun.***


wwwwww