MPR Dorong Generasi Muda Indonesia Teladani Para Pejuang dan Pendiri Bangsa

MPR Dorong Generasi Muda Indonesia Teladani Para Pejuang dan Pendiri Bangsa
Selasa, 10 September 2019 23:14 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
TANGGERANG - Sejarah terbentuknya negara Indonesia sangat luar biasa panjang dan penuh pengorbanan yang luar biasa pula. Sejarah mencatat betapa pengorbanan para pejuang dan pendiri bangsa dari berbagai elemen bangsa salah satunya kalangan Islam mulai dari harta, darah dan nyawa bahkan tidak bisa dibayangkan generasi sekarang.

Sejarah tersebut semestinya dipelajari dan dipahami terus oleh generasi sekarang dan generasi ke depan. Sangat disayangkan jika generasi muda buta akan sejarah bangsanya sendiri.

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) di hadapan para mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kerjasama MPR dengan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Muhammadiyah (DPP IMM) Bidang Seni Budaya dan Olahraga, di Aula Fakultas Hukum UMJ, Tangerang, Selasa (10/9/2019).

"Yang harus dipahami betul oleh generasi sekarang agar semangat dalam membangun bangsa adalah bahwa terbentuknya negara Indonesia yang besar ini serta alam kemerdekaan yang telah kita nikmati selama 74 tahun ini adalah warisan perjuangan para pejuang dan tokoh-tokoh bangsa dahulu. Sebut saja KH. Kahar Muzakir, KH. Wajid Hasyim, Haji Agus Salim, Abikoesno Tjokrosoejoso yang berasal dari elemen-elemen organisasi yang berbeda-beda, namun merekalah yang memang sejak awal memberikan pilar besar bahwa negeri ini hadir atas kesepakatan dan keterlibatan serta menjadi bagian yang mengarahkan," papar HNW.

HNW menekankan bahwa poin penting yang bisa dipelajari dari figur-figur tokoh bangsa tersebut adalah walaupun mereka dari berbagai organisasi yang berbeda, namun mereka tidak lantas apatis, masa bodoh dan enggan terlibat dalam proses perjuangan terbentuknya negara Indonesia. Mereka bahkan sangat semangat di tengah perbedaan dengan satu tujuan mulia Indonesia merdeka, padahal jaman itu bangsa Indonesia sedang di bawah ancaman disintegrasi.

“Kata-kata seperti terserah mau Indonesia hancur apa tidak, saya tidak mau terlibat dan kata-kata negatif lainnya tidak ada di benak mereka. Mereka hanya memikirkan satu tujuan besar dan mulia yang harus diperjuangkan bersama-sama, itu yang harus dipahami dan diteladani di era sekarang ini,” ujarnya.

Sosialisasi makin menarik ketika HNW melemparkan berbagai pertanyaan dan kuis dadakan menguji pemahaman generasi muda mahasiswa seputar sejarah Indonesia dan seputar Pancasila. Beberapa pertanyaanpun dijawabn beberapa peserta dengan lugas. “Hafal itu bagus sesudah itu pahami lalu ke pelaksanaan di kehidupan sehari-hari,” pesan HNW kepada peserta.***


       
        Loading...    
           
wwwwww