Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
Ekonomi
11 jam yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
2
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi 'Go Digital'
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi Go Digital
3
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
Peristiwa
17 jam yang lalu
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
4
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
Peristiwa
11 jam yang lalu
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
5
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
6
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
Hukum
18 jam yang lalu
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
Home  /  Berita  /  GoNews Group

BC Dumai Amankan 2.943 Belangkas yang akan Diseludupkan ke Malaysia

BC Dumai Amankan 2.943 Belangkas yang akan Diseludupkan ke Malaysia
Pihak Bea Cukai Dumai, TNI AL Dumai serta BBKSDA Dumai tengah memperlihatkan sebahagian Belangkas yang akan diekspor secara ilegal ke Malaysia.
Rabu, 11 September 2019 20:28 WIB
Penulis: Muhammad Ridduwan
DUMAI - Bea Cukai Kota Dumai kembali mengamankan ribuan ekor satwa dilindungi yang akan diselundupkan ke negara Malaysia. Satwa berupa Belangkas Padi tersebut berjumlah 2.943 ekor dalam keadaan mati dan dikemas dalam 32 kotak fiber atau box ikan.

Pengamanan satwa tersebut terjadi disaat akan dimuat kedalam kapal KM Mitra Bahari Jaya 89 GT 98 di dermaga Gudang Paikia Wilayah Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rokan Hilir pada Selasa 3 September 2019 lalu.

"Pada saat itu, pihak kita mendapatkan informasi terkait akan ada penyeludupan Belangkas dengan modus mengekspor barang dengan menyamarkan bentuk kata," kata Humas BC Dumai Gatot Kuncoro, dalam konfrensi persnya Rabu (11/9/2019) malam.

Disebutkannya, pihak baru bisa melakukan publikasi ke publik dikarenakan sebelumnya melakukan pencarian dan pengejaran terhadap pemilik 32 fiber tersebut bersama pihak yang terkait.

"Untuk pemilik barang masih DPO (Daftar Pencarian Orang), dan saat ini terdapat lima orang awak kapal yang kita periksa," katanya.

Dijelaskannya, satwa dilindungi yang telah diamankan tersebut mempunyai nilai Rp 147 juta lebih, dan negara mengalami kerugian immaterial akibat perdagangan ilegal satwa yang dilindungi.

"Perdagangan ilegal satwa dilindungi ini juga mengancam kepunahan dan mengakibatkan kerusakan ekosistem, pelanggar sendiri diduga melanggar pasal 21 ayat 2 undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya," katanya menambahkan.

Terkait kasus tersebut, pihak BC Dumai juga melimpahkan seluruh barang bukti hewan Belangkas tersebut kepada pihak BBKSDA Riau. ***


wwwwww