Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Empat Pulau di Riau Terancam Tenggelam, DPR: Kedaulatan dan Keamanan Nasional Terancam
Lingkungan
19 jam yang lalu
Empat Pulau di Riau Terancam Tenggelam, DPR: Kedaulatan dan Keamanan Nasional Terancam
2
Pandemi Masih Berlangsung, Senayan Ingatkan soal Geopolitik
DPR RI
23 jam yang lalu
Pandemi Masih Berlangsung, Senayan Ingatkan soal Geopolitik
3
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
DPR RI
7 jam yang lalu
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
4
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
DPR RI
7 jam yang lalu
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
5
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
Pemerintahan
7 jam yang lalu
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
6
Telkomsel 'Mentahkan' Keluhan Denny Siregar soal Kebocoran Data
Peristiwa
20 jam yang lalu
Telkomsel Mentahkan Keluhan Denny Siregar soal Kebocoran Data
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Dharmasraya Diselimuti kabut Asap, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Dharmasraya Diselimuti kabut Asap, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Kabut asap di Dharmasraya.
Rabu, 11 September 2019 19:21 WIB
Penulis: Eko Pangestu
DHARMASRAYA - Dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta musim kemarau yang sangat panjang, kini berbagai daerah terkena imbas kabut asap, termasuk Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar).

Beberapa hari ini Kabupaten Dharmasraya diselimuti kabut asap, mengakibatkan jarak pandang pada pagi hari sangat terganggu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dharmasraya, dr Rahmadian saat ditemui, Rabu (11/09/2019) mengatakan, dalam hasil pantauan berapa hari ini Kabupaten Dharmasraya diselimuti kabut asap, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukan kondisi sedang dan tidak sehat.

"Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah saat ini, dan banyak mengkonsumsi air putih. Bila perlu banyak makan buah ataupun sayuran, itu merupakan anti oksidan untuk menghadapi partikel bebas dari kabut asap ini," katanya.

"Kami menghimbau kepada masyarakat kalau memang melakukan aktivitas di luar ruangan agar memakai masker dan pengguna kendaraan menggunakan kaca mata untuk mencegah iritasi pada mata," lanjutnya.

Langkah-langkah yang diambil terkait kabut asap, Diskes sudah memerintahkan kepada seluruh Puskemas untuk mendata berapa kasus akibat asap atau sesak nafas, kata dr Rahmadian.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Pol PP dan Damkar, Akrial ditemui di Pulau Punjung mengatakan, Dinas Pol PP dan Damkar mencatat dalam bulan Agustus tahun ini saja, tercatat sebanyak 36 titik kebakaran lahan yang terjadi di Dharmasraya, namun semuanya bisa dipadam oleh personil di lapangan.

Lokasi kebakaran terbanyak, katanya, di Kecamatan Pulau Punjung sebanyak 12 titik, kemudian wilayah selatan yang meliputi Kecamatan Sungai Rumbai, Koto Besar, dan Asam Jujujan sebanyak 20 titik.

"Kita baru memiliki lima unit mobil Damkar dari 11 kecamatan, sedangkan yang kita butuhkan 12 unit, dan masih kurang 7 unit. Anggota Damkar kita ada 50 personil, dalam satu pos itu dua regu. Satu regunya berjumlah 6 orang termasuk supir," katanya. (ep)


wwwwww