Diskes Riau Klaim Penderita ISPA Tahun Ini Turun Dibanding Sebelumnya

Diskes Riau Klaim Penderita ISPA Tahun Ini Turun Dibanding Sebelumnya
Akibat kabut asap, belasan pelajar SDN 153 Pekanbaru dirawat di UKS.
Rabu, 11 September 2019 15:10 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
PEKANBARU - ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut, terjadi di daerah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari dampak kabut asap. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau mengklaim, penderita ISPA di Provinsi Riau dari Januari 2019 sampai 9 September 2019, menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliana Nazir kepada GoRiau.com, Rabu (11/9/2019). Penderita ISPA hingga 9 September 2019 di Riau sudah mencapai 281.626 orang. Angka ini tidak semuanya dikarenakan kabut asap.

"Dari 2015 sampai 2018, penderita ISPA paling banyak pada 2016 sebanyak 720.844 orang. Sedangkan di 2015, penderita ISPA sebanyak 639.548 orang. Pada 2017 penderita ISPA sebanyak 565.711 orang dan 2018 sebanyak 529.232," kata Mimi.

Angka tersebut, dikatakan Mimi jelas memperlihatkan, bagaimana upaya yang dilakukan pemerintah daerah bersama satgas (satuan tugas) menanggulangi asap akibat karhutla di Provinsi Riau yang menunjukkan kemajuan.

"Orang yang menderita penyakit ISPA, tidak melulu dikarena kabut asap. Bisa saja penyebabnya, karena virus dan bakteri yang ada di udara atau di atas permukaan suatu benda," ungkap Mimi.

Berikut ini jumlah penderita ISPA sejak Januari 2019 hingga 9 September 2019 di Provinsi Riau:

- Januari sebanyak 42.645 orang.

- Februari sebanyak 39.720 orang.

- Maret sebanyak 40.968 orang.

- April sebanyak 38.372 orang.

- Mei sebanyak 28.429 orang.

- Juni sebanyak 30.312 orang.

- Juli sebanyak 27.563 orang.

- Agustus sebanyak 29.346 orang.

- 1 September sampai 9 September sebanyak 6.085 orang.

Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat yang terpapar asap, untuk menggunakan masker saat melakukan aktifitas di luar rumah, perbanyak minum air putih, hidup sehat dan pola makan sehat, serta segera ke pelayanan kesehatan jika kesusahan bernapas.

"Orang yang mudah terserang ISPA, bagi mereka yang memiliki kelainan sistem kekebalan tubuh, orang berusia lanjut, dan anak-anak pun rentan terhadap penyakit ini, karena sistem imun yang belum terbentuk sepenuhnya," jelas Mimi. ***


GoNews Besok, Panglima TNI dan Kapolri akan Memonitoring Penanganan Karhutla di Riau
GoNews Meski Menuai Kecaman, JPU Tetap Tuntut Rp3 Miliar Petani yang Bakar Lahan Seluas 20x20 Meter untuk Tanam Ubi di Rumbai
GoNews Pantau Hutan Riau, Kapolda Lihat Langsung Adanya Pembalakan Liar di Kawasan Hutan
GoNews JPU Sebut Tuntutan yang Dilayangkan Kepada Syarifudin Petani Pembakar Lahan Seluas 20x20 Meter Sudah Sesuai Undang-undang
GoNews Tragedi Hukum Tuntutan 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar untuk Pembakar Lahan 20x20 Meter, Kajati Harus Periksa Jaksa
GoNews Bakar Lahan 20x20 Meter, Syarifudin Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar, Masyarakat Peduli Lingkungan Sebut Penegak Hukum Menyiksa Rakyat Kecil
GoNews Wagubri Edy Nasution Ajak Semua Pihak di Kabupaten dan Kota Lebih Serius Tangani Karhutla Tahun Ini
GoNews Riau akan Dilanda Kemarau Selama Tujuh Bulan, Ini Imbauan DPRD Pekanbaru
GoNews Tak Serius Tangani Karhutla, Satu Kapolsek di Pelalawan Dicopot
GoNews Polda Riau Tetapkan PT Teso Indah dan Asisten Kebun Sebagai Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan
GoNews Polda Riau Tetapkan 70 Tersangka Karhutla, 3 Korporasi Disidik
GoNews Ikut Bakar Lahan, Polda Riau Tingkatkan Status PT TI ke Penyidikan, Jaksa Mengaku Belum Terima SPDP
GoNews Kabut Asap Kembali Selimuti Wilayah Kabupaten Kampar
GoNews Hotspot Sore Ini Meningkat di Pulau Sumatera Dibandingkan Pagi, Teknologi Modifikasi Cuaca Diperluas Hingga Jambi
GoNews Bakar Lahan di Riau, Berkas Perkara PT SSS Diserahkan ke Kejati Riau
GoNews Karhutla, Polri dan KLHK Selidiki Perusahaan Sawit Milik Samsung dan Wilmar di Riau
GoNews Kabut Asap Tebal, Sekolah As Shofa Pekanbaru Liburkan Siswa
GoNews Kabut Asap Selimuti Pekanbaru Pagi Ini dan Jarak Pandang 2,5 Kilometer, 136 Hotspot di Jambi
wwwwww