Loading...    
           

Keren, Jalan Muzafarsyah Kampung Dalam Siak akan Disulap Seperti Kawasan Orchard Singapura

Keren, Jalan Muzafarsyah Kampung Dalam Siak akan Disulap Seperti Kawasan Orchard Singapura
Ilustrasi Jalan Muzafarsyah Kampung Dalam Siak pada malam hari (atas) dan siang hari (bawah).
Rabu, 11 September 2019 17:15 WIB
Penulis: Ira Widana
SIAK SRI INDRAPURA - Pemerintah Kabupaten Siak terus berupaya meningkatkan jumlah wisatawan datang ke Siak. Berbagai sarana dan prasarana terus dibangun untuk memperindah Kota yang kental dengan sejarah budaya melayu ini.

Hal itu sesuai dengan visi misi Bupati Siak terdahulu, Drs H Syamsuar yang ingin menjadikan Kota Siak sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sumatera. Apalagi saat ini kota Siak sudah dijadikan kawasan strategis pariwisata Provinsi Riau.

Salah satunya peningkatan Jalan Sultan Muzafarsyah di Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau yang kini tengah dikerjakan. Jalan itu akan disolek dengan anggaran senilai Rp8,6 miliar melalui APBD Kabupaten Siak 2019.

Tahun depan atau setelah selesai nanti, masyarakat bisa menikmati nuansa yang berbeda dari jalan Muzafarsyah itu. Konsepnya akan terlihat seperti jalan Orchard di Singapura atau Jalan Braga di Kota Bandung. Pemandangan itu tentunya memanjakan mata dan menenangkan pikiran.

Saat malam hari, gemerlapnya lampu-lampu di sepanjang Jalan Muzafarsyah akan terlihat sangat indah. Kawasan ini akan dilengkapi dengan berbagai pertunjukan mulai dari penampilan grup band hingga pagelaran tari dan kesenian.

Tentunya ini akan menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan untuk mendatangi objek wisata baru tersebut. Bahkan nanti, tak sedikit pula pengunjung yang mengambil foto pada spot-spot menarik yang sudah dipersiapkan.

Kadis PU Tarukim Kabupaten Siak, Irving Kahar yang sangat paham dengan konsep pendistrian Jalan Muzafarsyah itu menceritakan bagaimana Pemkab Siak terus berinovasi dalam mengembangkan pariwisata di Kabupaten Siak.

"Untuk peningkatan jalan Muzafarsyah ini sudah diusulakan sejak tahun 2016 lalu, namun karena menimbang masih ada yang lebih urgent pembangunannya, jadi baru bisa terealisasi tahun ini. Dan ini tujuannya adalah mendukung visi misi bupati menjadikan Kabupaten Siak sebagai wisata unggulan di Sumatera," kata Irving.

Mengenai adanya pro dan kontra dari masyarakat terkait pembangunan pendistrian ini menurutnya hal yang wajar. Sama ketika Dinas PU Tarukim Siak membangun Water Front City di pinggiran Sungai Siak. Dari daerah kumuh yang kemudian disulap dengan sangat menarik.

"Setelah water front city selesai, dampaknya jumlah wisatawan yang datang ke Siak terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Begitu juga dengan sarana penunjang lainnya pada objek wisata yang ada di Siak. Bahkan kini setiap kecamatan di Siak sudah kreatif dalam membantu mewujudkan visi misi Bupati tadi dengan menggunakan dana swadaya. Seperti agro wisata di Bungaraya, Kampung Toga di Mempura dan masih banyak objek wisata lainnya yang terus tumbuh," kata Irving menjelaskan.

Di jalan Muzafarsyah ini nanti juga bisa digunakan untuk berolahraga dengan tema car free day, dan car free nigth. Ada tiga QR Code yang disiapkan untuk mengetahui sejarah nama jalan tersebut, sejumlah objek wisata di Siak dan lainnya. Untuk jangka panjangnya, pendistrian seperti di jalan Muzafarsyah ini juga akan dibangun di Sutomo menuju Istana Siak. ***


       
        Loading...    
           
wwwwww