Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
10 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
2
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
10 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
3
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
23 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
4
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
5
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
10 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
6
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
9 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Sepakbola Terancam Tak Dipertandingkan di POPNAS

Sepakbola Terancam Tak Dipertandingkan di POPNAS
Rabu, 11 September 2019 16:27 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Cabang olahraga (cabor) sepakbola  terancam tidak termasuk dalam 10 cabor yang akan dipertandingkan di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XV/2019 i Jakarta, November 2019 nanti. 

Hal itu terkuak saat  Sesmenpora Gatot Dewabroto menjadi nara sumber pada acara Forum Diskusi PWI Jaya yang digelar oleh SIWO PWI Jaya bekerja sama dengan KONI DKI Jakarta di Hotel Grand Cempaka Jakarta, Rabiu (11/9/2019).

Dalam acara diskusi yang mengangkat tema Menakar Kesiapan DKI Jakarta sebagai tuan rumah POPNAS XV/2019, Sesmenpora menyebutkan 10 Cabor yang akan dimainkan adalah sembilan cabor sudah tetap yakni Atletik, Renang, Bulu tangkis, Basket, Voli, Silat, Sepak Takraw, Tenis Lapangan, Tenis Meja. Satu cabang lagi belum diputuskan antara Sepakbola, Taekwondo dan Dayung.

"Jika ditanya Sepakbola kenapa, karena sebelum POPNAS ada turnamen sepakbola antar PPLP. Dimana peserta sama dengan POPNAS 2019. Sehingga jika sepakbola tidak ada maka penggantinya antara Dayung atau Taekwondo. Namun, itu semua tergantung arahan dari Menpora." ujar Gatot.

Sesmenpora juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah DKI Jakarta yang sudah bersedia menjadi tuan rumah POPNAS. "Seharusnya POPNAS 2019 digelar di Papua. Namun,0 Papua kemudian lempar handuk putih, mereka kesulitan keuangan dan hanya fokus persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 saja."

"Terima kasih untuk Pemprov DKI Jakarta yang bergerak cepat dan bersedia menyelamatkan POPNAS 2019. Dalam POPNAS nanti anggaran memang dari Kemenpora untuk menggelar 10 Cabor biayanya sekitar 36,8 milyar rupiah. DKI Jakarta membantu penyediaan venue pertandingan yang tidak dikenakan biaya untuk digunakan pada POPNAS 2019." lanjutnya.

Pemerintah merasa perlu menggelar POPNAS 2019, karena selain daerah sudah melakukan persiapan. Ajang ini pembinaan untuk atlet muda. "Ini ajang pembinaan, di kelompok usia ini Kita mampu bersaing di level internasional. Terbukti di Asean Schools Games kemarin di Semarang kita juara umum."

Sekretaris Dispora DKI Jakarta, Asep Saepudin yang juga menjadi pembicara dalam diskusi tersebut mengatakan, "Kita dukung pemerintah pusat, demi pembinaan atlet muda Indonesia. Apalagi Gubernur kita sudah menyatakan dukungan. Kita bantu tidak hanya tempat atau venue pertandingan saja, namun termasuk isinya. Apa yang jadi keputusan pusat dan Gubernur DKI kita ikut dukung."

Sekum KONI DKI, Djamran mendukung gelaran POPNAS 2019 di Jakarta. "Ini agenda nasional yang sudah rutin, dan kita mampu bersaing di tingkat internasional untuk kategori ini. Apalagi, daerah sudah melakukan persiapan cukup panjang, kalau batal mereka akan kecewa," tandasnya. ***


wwwwww