Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
2
'Gelora Kemerdekaan 2020' dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
Politik
11 jam yang lalu
Gelora Kemerdekaan 2020 dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
3
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
Politik
10 jam yang lalu
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
4
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
Politik
10 jam yang lalu
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
5
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
Olahraga
23 jam yang lalu
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
6
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Politik
9 jam yang lalu
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kekeringan di Pangkalan Lesung Pelalawan, Warga Tiap Hari Warga Beli 2 Tangki Air

Kekeringan di Pangkalan Lesung Pelalawan, Warga Tiap Hari Warga Beli 2 Tangki Air
Anggota DPRD Pelalawan, Abdul Nasib SE
Kamis, 12 September 2019 12:50 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALAN KERINCI - Krisis air akibat kekeringan pada musim kemarau dialami warga Kelurahan Pangkalan Lesung, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Riau. Warga harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah satu warga, Abdul Nasib SE mengaku harus membeli dua tangki air. Air ini digunakan untuk mandi dan cuci.

"Setiap hari kami menghabiskan dua tangki air atau 2000 liter, kira-kira Rp 120 ribu untuk beli air. Tiap hari saya beli air dari awal Juni sampai sekarang," kata anggota DPRD Pelalawan ini, Kamis (12/9/2019).

Krisis air karena sumur di rumahnya sudah kering, begitu juga dengan warga lainnya di Kelurahan Pangkalan Lesung. Dikatakannya, satu pekan saja tidak hujan, maka sumur warga sudah kering dan harus membeli air.

"Meski ada sumur bor, juga tak ada air. Air PAM ada, tapi tidak memadai dan itupun hanya segelintir orang saja yang menikmati," ungkapnya.

Disampaikan Abdul Nasib, masyarakat Kelurahan Pangkalan Lesung sudah lama mendambakam air PAM untuk sumber air yang memadai.

"Sedangkan banyak masyarakat yang tak mampu, merek terpaksa mencari sumber air dari danau dan sungai dengan lokasi yang jauh," terangnya.

Politisi Gerindra ini meminta kepada dua perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi Pangkalan Lesung untuk membantu air bersih masyarakat yang saat ini mengalami krisis air.

"Berharap kepada PT Musim Mas dan PT SLS membantu air bersih masyarakat. Kita juga minta pemerintah mencarikan solusinya atas persoalan air bersih ini," tandasnya, kepada GoRiau.*


wwwwww