Loading...    
           

Mahadi Harapkan Bantuan Pemerintah untuk Kelompok Tani di Desanya

Mahadi Harapkan Bantuan Pemerintah untuk Kelompok Tani di Desanya
Acara doa bersama dalam Penanaman Padi di desa Kedabu Rapat, Rabu (11/9/2019).
Kamis, 12 September 2019 12:59 WIB
Penulis: Gunawan
SELATPANJANG - Kepala Desa Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau Mahadi mengharapkan bantuan pemerintah untuk Kelompok Tani di desanya.

Hal ini diungkapkan Mahadi saat Sambutan di acara doa bersama dalam Penanaman Padi di desanya, Rabu (11/9/2019) pagi.

Diakui Mahadi, saat ini Kelompok Gapoktan Kedabu Rapat Jaya yang diketuai Warsiman SE sangat membutuhkan Pintu Air sebanyak 4 lokasi yang berbeda. Ditambahkan dia, Pintu Air memang sudah ada namun keempat pintu air tersebut sudah rusak dan harus dibangun kembali agar keluhan para petani terjawab dengan segera.

"Kita takut para petani sudah semangat untuk menanam padi namun air asin yang masuk kelokasi sawah. Hal ini bisa menimbulkan panen di desa kami berkurang," ungkapnya.

Mahadi juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas terkait agar mengabulkan doa nasib petani. Yang mana saat ini para petani harus membeli bibit untuk kembali menanam padi dicetak sawah mereka masing-masing.

"Kita hanya minta bantuan pembangunan Pintu Air, dan Bibit Padi. Selain itu, akses jalan menuju sawah (Jalan Usaha Tani, red) juga kita usulkan sepanjang 3 KM, " ujarnya.

Ditempat yang sama dalam sambutan kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP) Meranti Idris Sudin, melalui Kabid Penyuluhan Dimyanti mengatakan kalau usulan dan keluhan yang dialami kelompok Gapoktan Kedabu Rapat Jaya akan disampaikan kepada kepala dinas.

"Keluhan yang petani rasakan akan kita sampaikan kepada Kadis, dan kita juga berharap petani agar bisa semangat dalam meningkatkan hasil panen tahun ini, " tambahnya.

Selain itu, dirinya juga meminta kepada para petani agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika membakar akan berurusan dengan aparat hukum.***


       
        Loading...    
           
wwwwww