Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan 'Jasa' Prostitusi Hana Hanifah
Hukum
22 jam yang lalu
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan Jasa Prostitusi Hana Hanifah
2
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
Ekonomi
17 jam yang lalu
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
3
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
Peristiwa
21 jam yang lalu
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
4
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
Politik
22 jam yang lalu
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
5
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
DPR RI
23 jam yang lalu
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
6
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Politik
23 jam yang lalu
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Polisi Amankan Puluhan Siswa SMA Sebelum Aksi Kaltim Bersatu

Polisi Amankan Puluhan Siswa SMA Sebelum Aksi Kaltim Bersatu
Senin, 30 September 2019 15:58 WIB
SAMARINDA - Puluhan pelajar SMA dan SMK Samarinda dan Tenggarong di Kalimantan Timur diamankan aparat ke kantor Polresta Samarinda saat mereka berkumpul di kompleks Islamic Centre samarinda.

Awalnya mereka akan bergabung dengan Aksi Kaltim Bersatu pada Senin (30/9) yang akan berlangsung di depan Kantor DPRD Kaltim di kawasan Karang Paci, Samarinda.

Namun sebelum mereka bergerak ke kantor DPRD Kaltim, siswa yang mengenakan seragam ini diangkut ke kantor Mapolresta Samarinda sekitar 09.30 WIB.

"Kami berkumpul di sana karena mendengar dari teman teman yang lain. Tidak ada yang menyuruh," ujar salah seorang siswa SMK yang tidak mau menyebut namanya.

"27 orang diamankan di Mapolres Samarinda, enam orang yang lain duluan diperiksa karena ditemukan bukan tercatat siswa dan pemeriksaannya dilakukan satu persatu," kata Indra pengacara yang mendampingi para pelajar.

Bernand Marbun, pengacara siswa lainnya menuturkan siapa pun dapat menyalurkan aspirasi.

"Ini sebenarnya mau siswa ataupun bukan ini hak berpendapat. Mereka siswa juga berhak menyampaikan pendapat seperti dalam Undang dasar pasal 28 1945," tegas Bernand.

Hingga pukul 13:37 WIB, enam orang yang diduga bukan pelajar masih diperiksa di ruang Jatanras Polresta Samarinda.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, Kalimantan Timur

wwwwww