Home > Berita > Hukum

Polda Riau Beberkan Bukti PT SSS Sengaja Bakar Lahan, Diduga untuk Tanam Sawit

Polda Riau Beberkan Bukti PT SSS Sengaja Bakar Lahan, Diduga untuk Tanam Sawit
Kabid Humas Polda Riau dan Ditkrimsus menunjukkan berkas Kasus PT SSS. (foto rizky ganda sitinjak)
Selasa, 08 Oktober 2019 20:47 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU - Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Riau berhasil mengumpulkan sejumlah bukti yang menguatkan dugaan kesengajaan PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) membakar lahan untuk ditanami sawit.

Direktur Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Riau, AKBP Andri Sudarmadi mengatakan, sejak bulan Februari 2019 lalu, mulai dari penyelidikan hingga penyidikan, ada sejumlah bukti yang berhasil ditemukan Satgas Gakum Karhutla Provinsi Riau, dalam hal ini Ditkrimsus Polda Riau.

"Ada unsur-unsur kesengajaan dan kelalaian yang kami temukan. Fakta yang kita temukan di lapangan. Yang pertama, pada saat kita melakukan penyelidikan di lokasi, kita menemukan adanya log-log bekas tebangan hutan yang dibiarkan berserak, itu salah satunya unsur sengaja," kata Andri saat ekspos di Kantor Ditkrimsus Polda Riau didampingi oleh Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Selasa (8/10/2019).

Selanjutnya, pihaknya juga menemukan adanya pembiaran yang dilakukan perusahaan terhadap lahan yang terbakar dan tidak adanya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan secara dini. Selain itu, perusahaan juga tidak memiliki sarana dan prasarana memadai untuk memadamkan kebakaran. Menurut Andri, hal tersebut tidak sesuai dengan Permentan no 5 tahun 2018 tentang pembukaan lahan perkebunan tanpa bakar.

"Lokasi lahan yang terbakar itu adalah lahan kosong yang belum dilakukan penanaman berdasarkan keterangan saksi dan pengecekan di TKP, jadi lahan ini memang lahan kosong tapi kenapa dilakukan pembakaran," lanjutnya.

Kemudian, pihaknya juga menemukan adanya pembatasan berbentuk parit kanal di sekitar lahan terbakar yang dibuat oleh PT.SSS.

"Jadi yang terbakar itu dikelilingi oleh parit kanal, jadi indikasinya sudah diblokir. Lahan yang terbakar itu masuk dalam peta kerja PT SSS. Bahkan, kita juga menemukan pos security dan bibit sawit yang siap ditanam di sekitar lokasi yang terbakar," jelas Andri.

Dugaan tersebut semakin dikuatkan dengan adanya keterangan para saksi ahli yang diperiksa pihak Ditkrimsus Polda Riau.

"Selain itu, perusahaan juga tidak mempedomani dokumen amdal atau RKL dan RPL dalam izin lingkungannya sesuai dengan PP no 27 tahun 2019 tentang izin lingkungan, ya itu unsur sengaja. Ditambah lagi dengan pemeriksaan 11 saksi ahli diantaranya mengatakan adanya sawit yang ditanami namun secara visual tampak tidak baik," tandas Andri.

Untuk diketahui saat ini penyidik Ditkrimsus Polda Riau telah menyita beragam dokumen. Mulai dari NPWP, surat keputusan pemberian izin dari pemerintah daerah, rencana kerja lapangan, analisis dampak lingkungan hingga rencana pengelolaan dan perencanaan lingkungan hidup.

Juga menetapkan dua petinggi PT SSS dengan inisial EH dan AOH, sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan. Keduanya dinilai bertanggungjawab terhadap kebakaran lahan perusahaan seluas 155 hektare.

AOH merupakan pejabat sementara menejer operasional yang saat ini ditahan di Polda Riau. Sementara tersangka EG tidak bisa dipidana badan karena statusnya mewakili korporasi di Desa Kuala Panduk, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. ***


GoNews Besok, Panglima TNI dan Kapolri akan Memonitoring Penanganan Karhutla di Riau
GoNews Coba Serang Petugas Pakai Bom Pipa, Seorang Teroris Jaringan Jamaah Ansharut Daulah Tewas Ditembak Polisi di Pelalawan
GoNews Meski Menuai Kecaman, JPU Tetap Tuntut Rp3 Miliar Petani yang Bakar Lahan Seluas 20x20 Meter untuk Tanam Ubi di Rumbai
GoNews JPU Sebut Tuntutan yang Dilayangkan Kepada Syarifudin Petani Pembakar Lahan Seluas 20x20 Meter Sudah Sesuai Undang-undang
GoNews 10 TKI Ilegal Diperiksa Intensif Polda Riau Pasca Kapal Tenggelam
GoNews Tragedi Hukum Tuntutan 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar untuk Pembakar Lahan 20x20 Meter, Kajati Harus Periksa Jaksa
GoNews Kapolda Riau akan Berikan Pin Emas untuk Aparat dan Relawan yang Mampu Tekan Karhutla
GoNews Bakar Lahan 20x20 Meter, Syarifudin Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar, Masyarakat Peduli Lingkungan Sebut Penegak Hukum Menyiksa Rakyat Kecil
GoNews Ditnarkoba Polda Riau Tangkap Dua Orang Pengirim 3 Kg Sabu Asal Malaysia
GoNews Tak Serius Tangani Karhutla, Satu Kapolsek di Pelalawan Dicopot
GoNews Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Pekanbaru Lalu Amankan Tiga Pucuk Senpi dan Ratusan Peluru di Kuansing
GoNews Sisir Tempat Maksiat, Polda Riau Turunkan Satu Pleton Brimob
GoNews Obok-obok Queen Club Pekanbaru, Kapolda Riau Sikat Karyawan Pengedar Pil Ekstasi Gambar Kodok
GoNews Dianiaya Massa, Anggota Brimob Polda Riau Meninggal di Papua, Begini Kronologis Kejadiannya
GoNews Hendak ke Pos Masjid At Taqwa, Anggota Brimob Polda Riau Meninggal Dikeroyok Massa di Papua
GoNews Polda Riau Tetapkan PT Teso Indah dan Asisten Kebun Sebagai Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan
GoNews Serang Polisi Pakai Ketapel Panah, Terduga Teroris di Siak Ditembak
GoNews Densus 88 dan Polda Riau Amankan Lima Terduga Teroris, Satu Diantaranya Ditembak Petugas di Siak
wwwwww