Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
10 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
2
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
11 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
3
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
23 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
4
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
5
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
9 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
6
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
11 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Berikut Profil Tri Rismaharini, Kandidat Menteri ATR/BPN

Berikut Profil Tri Rismaharini, Kandidat Menteri ATR/BPN
Minggu, 20 Oktober 2019 01:53 WIB
JAKARTA - Daftar kandidat menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) jilid dua dikabarkan memuat nama Wali Kota Surabay Tri Rismaharini.

Kepala daerah yang memliki sapaan "Bu Risma" ini diprediksi akan menggantikan Sofyan Abdul Djalil sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Sejak lahir pada 20 November 1961, Bu Risma tinggal di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Lalu ia pindah ke Surabaya begitu memasuki SMP sampai saat ini.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana pada 1987, Bu Risma meniti karier sebagai PNS. Sepuluh tahun setelah lulus S1, ia diangkat menjadi Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Guna Tanah Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya.

Sejak saat itu karier kepemimpinan Bu Risma makin meroket, hingga pada 2010 ia terpilih menjadi Wali Kota Surabaya dan kembali menduduki jabatan tersebut di periode kedua pada 2016 sampai sekarang.

Banyak penghargaan dari berbagai kategori diterima Kota Surabaya, begitu juga sang pemimpin sendiri, sejak Bu Risma menjabat wali kota.

Ia juga membuktikan tanggung jawabnya dengan penataan kota menjadi lebih hijau dan segar, sampai dinobatkan sebagai kota terbaik se-Asia Pasifik dalam kategori partisipatif.


Bu Risma dikenal masyarakat sebagai sosok yang sangat tegas, pekerja keras, berpihak pada rakyat kecil, dan tak pernah ragu mendisiplinkan para pegawai pemerintahan yang lalai maupun warga yang tak taat aturan. Sikapnya yang oleh sebagian orang dianggap galak itu bahkan menjadikan Bu Risma figur yang makin fenomenal.

Ia beberapa kali menjadi sorotan media karena berbagai video viral. Contohnya, saat dirinya tak kuasa menahan tangis karena teror bom yang ikut mengorbankan anak-anak, marah melihat kondisi kantor Kecamatan Tandes yang kotor dan jorok, membawa PNS yang bergurau saat apel pagi ke tengah lapangan, hingga sujud meminta maaf pada para takmir masjid yang tersinggung dengan undangan bertema "pembinaan takmir".

Ketegasan Bu Risma bahkan diduga memiliki andil besar atas ketertiban mahasiswa yang melakukan aksi #SurabayaMenggugat.

Keluarga

Suami: Ir Djoko Saptoadji
Anak: Fuad Bernardi & Tantri Gunarni Saptoadji
Pendidikan

SD Negeri Kediri (1973)
SMP Negeri 10 Surabaya (1976)
SMA Negeri 5 Surabaya (1980)
S1 Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya (1987)
S2 Manajemen Pembangunan Kota Surabaya ITS (2002)

Riwayat karier

Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Guna Tanah Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya (1997-2000)
Kepala Seksi Pendataan dan Penyuluhan Dinas Bangunan Kota Surabaya (2001)
Kepala Cabang Dinas Pertamanan (2001)
Kepala Bagian Bina Bangunan (2002)
Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan (2005)
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya (2005)
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya (2008)
Wali Kota Surabaya (2010-2015 dan 2016-sekarang)
Presiden United Cities and Local Governments Asia-Pacific (2018-sekarang)
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (2019-sekarang).***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Suara.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww