Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Akhmad Muqowam: UU 2 Tahun 2020 Abaikan Masyarakat Desa
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Akhmad Muqowam: UU 2 Tahun 2020 Abaikan Masyarakat Desa
2
Usai Marah dan Usir Bos Inalum Saat Rapat, Ujungnya Anggota DPR Minta Dana CSR
Peristiwa
21 jam yang lalu
Usai Marah dan Usir Bos Inalum Saat Rapat, Ujungnya Anggota DPR Minta Dana CSR
3
Survei LKPI: Nina Dai Bahtiar Unggul di Pilbup Indramayu karena Rakyat Kecewa Politik Dinasti
Politik
20 jam yang lalu
Survei LKPI: Nina Dai Bahtiar Unggul di Pilbup Indramayu karena Rakyat Kecewa Politik Dinasti
4
Sultan Najamudin: DPD Siap Bantu Bulog Teggakkan Tiga Pilar Ketahanan Pangan
Politik
23 jam yang lalu
Sultan Najamudin: DPD Siap Bantu Bulog Teggakkan Tiga Pilar Ketahanan Pangan
5
Kompolnas Soroti Kasus Pemalsuan Label SNI Rugikan Negara Rp2,7 Triliun
Hukum
20 jam yang lalu
Kompolnas Soroti Kasus Pemalsuan Label SNI Rugikan Negara Rp2,7 Triliun
6
Kawasan Wisata Terhambat Maju karena Sinyal, Mukhlis Minta Bantuan Operator
DPR RI
20 jam yang lalu
Kawasan Wisata Terhambat Maju karena Sinyal, Mukhlis Minta Bantuan Operator
Home  /  Berita  /  GoNews Group

HNW: Pemimpin Tidak Bisa Muncul Tiba-Tiba Tetapi Harus Melalui Kaderisasi

HNW: Pemimpin Tidak Bisa Muncul Tiba-Tiba Tetapi Harus Melalui Kaderisasi
Rabu, 23 Oktober 2019 15:52 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menyebut globalisasi merupakan salah satu tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia.

"Dalam globalisasi, dunia seolah menjadi tanpa batas," ujarnya.

Hal demikian disampaikan HNW saat menerima 12 Santri Kubik Tahfizh Leadership, di Ruang Rapat Pimpinan, Lt.9, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, 23 Oktober 2019.

"Kita harus menguasai bahasa-bahasa internasional," tambahnya.

HNW dalam kesempatan tersebut merasa bangga sebab himpunan anak muda dari berbagai latar dan daerah itu cinta Al Quran dan menjadikan kita suci ummat Islam sebagai pedoman dalam kehidupan dan leadership, kepemimpinan.

Tahfizh Leadership dikatakan oleh salah satu santrinya, Achmad Jamalulael, tidak sekadar wadah untuk menghafal Al Quran namun juga sarana bagi mereka untuk melatih kepemimpinan. Mereka di sana dididik selama 8 bulan. "Selepas dikader di sini, kita harapkan anggota bisa membuka cabang di daerah masing-masing," tuturnya.

Menanggapi masalah kepemimpinan, HNW mengatakan kepemimpinan atau pemimpin itu tidak bisa datang atau terbentuk secara tiba-tiba. Menurutnya, pemimpin harus melalui proses, kaderisasi. Proses yang ada dimulai sejak anak-anak, sekolah, organisasi, dan kursus-kursus seperti Tahfizh Leadership. "Untuk itu maksimalkan dalam organisasi kalian," sarannya.

Lebih lanjut dikatakan, manusia tak bisa hidup sendiri. Untuk itu diharapkan mereka menjalin silaturahmi, pertautan, dengan berbagai pihak termasuk dalam dunia internasional. Bergaul dengan beragam orang yang latarnya berbeda akan menjadi bagus bila dibiasakan. Dengan pergaulan dalam keberagaman menurut HNW kita akan mengetahui karakter masing-masing orang. Sehingga dari sinilah kita yang akan menjadi pemimpin bisa memahami orang yang dipimpin.

Ditegaskan, dalam Al Quran juga diajarkan mengenai kepemimpinan. HNW mengandaikan bila pemimpin diibaratkan sebagai imam, imam harus tahu kondisi makmumnya sehingga ia tidak bermena-mena. "Imam yang baik pun juga harus siap menjadi makmum," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Badan Wakaf Pondok Pesantren Gontor itu juga mencontohkan para ulama pendiri bangsa. Dengan menjadikan Al Quran sebagai pedoman, para ulama berjuang untuk membebaskan Indonesia dari penjajahan.

"Para ulama ikut memerdekakan Indonesia, mereka berasal dari beragam ormas Islam," ujarnya.

Ditambahkan, pemimpin harus berani tampil ke depan. "Biasalah memimpin sehingga bisa menjadi teladan," paparnya.

Ditegaskan pula, pemimpin harus bisa mempersiapkan pertanggungjawaban sehingga dalam melakukan kinerja melakukan terbaik.***


wwwwww