Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
20 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
2
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
Peristiwa
12 jam yang lalu
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
3
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
Politik
11 jam yang lalu
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
4
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
Kesehatan
11 jam yang lalu
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
5
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
Politik
11 jam yang lalu
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
6
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial
Politik
11 jam yang lalu
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jumlah Pengangguran di Riau Capai 183 Ribu, DPRD Minta Disnaker Berperan Aktif

Jumlah Pengangguran di Riau Capai 183 Ribu, DPRD Minta Disnaker Berperan Aktif
Ilustrasi (int).
Rabu, 30 Oktober 2019 15:44 WIB
Penulis: Nyimas Naima Azzahra
PEKANBARU - Anggota Komisi V DPRD Provinsi Riau, Kasir menyoroti masih banyaknya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Bumi Lancang Kuning yang jumlahnya mencapai 183 ribu.

Kondisi ini, menurutnya, dikarenakan persaingan dalam dunia kerja yang sangat ketat. Karena itu, dalam hearing bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) baru-baru ini, dirinya meminta agar Disnaker lebih berperan aktif dalan menciptakan program untuk mengatasi pengangguran.

"Karena itu kita minta Disnaker berperan aktif, kita lihat apa yang menjadi fokus dan program pemerintah provinsi untuk mengatasi pengangguran ini," kata Kasir, Rabu (30/10/2019).

Program yang dimaksud, lanjutnya, bisa berupa kajian terkait kebutuhan, sehingga menjadi acuan untuk pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker.

"Dari hearing bersama Disnaker kemarin, kita usulkan agar mereka survei ke perusahaan-perusahaan untuk mendata kebutuhan tenaga kerja, bagaimana tenaga kerja yang digunakan dalam dunia usaha," kata politisi Hanura tersebut.

Selain mendata kebutuhan tenaga kerja, dirinya meminta Disnaker dan Dinas Pendidikan (Disdik) juga bekerjasama untuk memberi pelatihan tenaga kerja, sehingga menghasilkan lulusan SMA sederajat maupun sarjana yang dapat bersaing.

"Mestinya ada program atau kegiatan antara dua instansi ini. Karen pengangguran ini sudah lama menjadi permasalahan kita, makanya sama-sama mengatasi," lanjut dia.***


wwwwww