Perry Warjiyo: Indonesia Harus Jadi Produsen Produk Halal Dunia

Perry Warjiyo: Indonesia Harus Jadi Produsen Produk Halal Dunia
Kamis, 14 November 2019 22:21 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengharapkan Indonesia tidak lagi menjadi konsumen produk-produk halal namun sudah harus menjadi produsen produk halal yang mampu menembus pasar dunia.

"Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sebaiknya kita tidak terlena hanya menjadi konsumen produk-produk halal, tetapi kita juga sudah harus menjadi produsen produk-produk halal untuk pasar dunia," kata Perry Warjiyo dalam sambutannya yang sekaligus membuka secara resmi International Halal Lifestyle Conference 2019 (Inhalife) di Jakarta Convention Center., Kamis (14/11/2019). 

Acara yang mengambil tema "Creating Halal Champions Accessing to The Global Halal Markets from Potency to Reality" ini terselenggara berkat kerjasama Indonesia Halal Lifestyle Center dan Bank Indonesia yang merupakan rangkaian acara dari Indonesia Sharia Economic Festival 2019.

Secara khusus Perry Warjiyo juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) yang sejak awal berdirinya sangat concern dengan visi tersebut.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Sapta Nirwandar dan tim IHLC yang sangat concern dan secara serius mewujudkan visi besar menjadikan Indonesia tidak hanya konsumen tetapi juga sekaligus produsen produk-produk halal untuk pasar dunia," demikian dikatakan Gubernur Bank Indonesia ini yang disambut applaus ratusan peserta yang hadir.

Menanggapi seruan Perry Warjiyo tersebut, Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar, mengatakan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi ke seluruh stakeholder ekonomi halal. "Kami akan terus melakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholder ekonomi halal Indonesia sehingga dampaknya akan lebih signifikan."

INHALIFE 2019 menghadirkan beberapa pakar/pembicara internasional antara lain Dr. Taleb Rifai (Secretary General of UNWTO 2009-2017), Abdulla Al Anwar (CEO of Dubai Islamic Economy Development  Centre), Raffi-uddin Shikoh (Managing Director of DinarStandard Dubai), Prof. Dr. Muhammad Nuh (Chief Executive of Indonesia Waqaf Board), Prof. Dr. Faridah Hj. Hassan (Founder of Halal Management and Science HALALMAS, Malaysia), Irsyad A. Cader (CEO Globothink Consultants, Australia), Dr. Nouraddin Yau Tzu Ma (Managing Director of Taipei Grand Mosque Fondation, Taiwan), Ekaterina Kamalova (Program Director of The International Economic Russia Islamic World),  Dr. Ir. Dan Ngiam (Founder the D & N International Enterprise, Asia Pacific, Singapore), Ali Charisma (Indonesia Fashion Chamber). 

Selain itu Inhalife  juga menghadirkan pakar/pembicara nasional antara lain Samuel Pranata (Direktur Martha Tillar Group), Mohammad Bawazeer (Vice Chairman of Indonesian Chamber of Commerce and Industry Permanent Committee on Middle East & OIC Countries (KT3-OKI) dan Irwan Habsjah (KADIN).

Dalam Inhalife 2019 yang merupakan gelaran tahun ke-4 ini juga dilaunching State of The Global Islamic Economy Report 2019-2020 dan penanda-tanganan beberapa Nota Kesepahaman antara IHLC dengan DIEDC dubai, IHLC dengan RFI Foundation London, IHLC dengan IPB Bogor dan ETOKOHALAL dengan CIMB Niaga Syariah. ***


wwwwww