Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa 'Ambyarrr'
DPR RI
21 jam yang lalu
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa Ambyarrr
2
Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka
Lingkungan
14 jam yang lalu
Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
3
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
Politik
21 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
4
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'
Internasional
22 jam yang lalu
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
5
Tak Setuju 'New Normal'? Ini Pesan Hergun...
DPR RI
15 jam yang lalu
Tak Setuju New Normal? Ini Pesan Hergun...
6
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Internasional
23 jam yang lalu
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jika Tak Ada Perubahan, OSO Kembali Jabat Ketum Hanura

Jika Tak Ada Perubahan, OSO Kembali Jabat Ketum Hanura
Rabu, 20 November 2019 19:32 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA- Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura, Benny Rhamdani mengungkapkan, besar kemungkinan Oesman Sapta Odang (OSO) akan kembali menjabat Ketum Hanura untuk periode mendatang.

"Jika tidak ada perubahan dalam Rapimnas nanti, hampir bisa dipastikan Pak OSO akan kembali menjadi Ketua Umum secara aklamasi," kata Benny dalam jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (20/11/2019) petang.

Apa yang dimaksud Benny dengan tidak adanya perubahan itu, adalah aspirasi kader Hanura di level Dewan Pimpinan Daerah (DPD), yakni sebanyak 34 DPD, yang semula sudah menyatakan keinginan agar OSO kembali menjabat Ketua Umum. Aspirasi ini juga telah divalidasi dalam gelaran Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) yang melibatkan sebanyak 514 DPC (Dewan Pimpinan Cabang).

Benny menjelaskan, aspirasi agar OSO kembali menjadi Ketum itu, terangkai dengan dua poin aspirasi lainnya yakni, agar jadwal penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) dipercepat, dan agar DPP Hanura segera mengambil tindakan tegas terkait aset-aset Hanura yang masih berada di tangan para pihak yang tak lagi terkait dengan partai.

Gelaran Rapimnas yang menjadi forum akhir dari upaya menjaring aspirasi kader ini, disampaikan Benny, akan berlangsung pada 20-22 November 2019. Dari situ akan ditetapkan jadwal Munas sebagai forum tertinggi partai untuk memilih pucuk pimpinan. Rangkaian acara akan bermuara pada perayaan HUT Partai Hanura ke 13.

Hanura, dijelaskan Benny, memang tidak mengundang pihak-pihak luar dalam gelaran Rapimnas. Tapi dalam acara Munas, beberapa pihak akan diundang, termasuk Presiden RI.

"Munas, Insya Allah akan dihadiri oleh Presiden Jokowi," kata Benny.***


wwwwww