Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
13 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
2
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
14 jam yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
3
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
MPR RI
11 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
4
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
14 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
5
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Ekonomi
14 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
6
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
13 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kemendikbud Fokus pada Pembenahan Sistem Pendidikan, Penghapusan UN Dalam Pembahasan

Kemendikbud Fokus pada Pembenahan Sistem Pendidikan, Penghapusan UN Dalam Pembahasan
Dok. Liputan.com
Jum'at, 29 November 2019 12:12 WIB
JAKARTA - Presiden mengarahkan agar dilakukan link and match antara sistem pendidikan Nasional dengan kebutuhan industri, sehingga diperlukan adanya dereguladi dan debirokratisasi dari semua instansi unit pendidikan.

Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makariem kepada wartawan di Kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Terkait dengan hal itu, belakangan muncul wacana penghapusan Ujian Nasional (UN) untuk pelajar SD, SMP dan SMA. Terkait hal ini, Nadiem mengatakan, "sedang kami kaji, ditunggu kabarnya,".

Yang pasti, dalam upaya menjalankan arahan presiden, perlu diwujudkan terlebih dahulu platform sistem pendidikan, yang kata Nadiem, "kita sebut merdeka belajar, merdeka untuk lembaga, guru, dan murid-mahasiswa, ini step pertama,".

Pendidikan, Ia menjelaskan, harus bertransformasi dari sekedar menghapal. "Dari situ harus ada penyederhanaan dalam sisi kurikulum maupun assesment agar beralih ke kompetensi dan bukan menghafal informasi,".

Nadiem menambahkan, pemerintah juga tak hanya meningkatkan kualitas peserta didik tetapi juga kualitas guru sebagai pengajar, baik vokasi maupun unit pendidik dalam SD (hingga, red) SMA.

"Karena itu kunci dari fokus aktivitas kita dan mengarah pada pelatihan peningkatan dan penyederhanaan hidup seorang pendidik, bener fokus di situ," tandas Nadiem.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Pendidikan, DKI Jakarta

wwwwww