Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
7 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
7 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Badminton

Konversi Bank Nagari Menjadi Bank Syariah Jangan Setengah-setengah

Konversi Bank Nagari Menjadi Bank Syariah Jangan Setengah-setengah
ilustrasi
Minggu, 01 Desember 2019 17:58 WIB
PADANG - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Nagari, Sabtu 30 November 2019, secara aklamasi menyetujui perubahan PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat (Sumbar) atau Bank Nagarimenjadi bank syariah.

Menanggapi perubahan konversi menjadi syariah itu, pakar ekonomi dari Universitas Andalas (Unand), Niki Lukviarman, mengatakan apa yang dilakukan Bank Nagari sudah tepat. Apalagi hal ini sesuai dari keinginan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar).

“Kalau saya melihat, secara umum (syariah) ini keinginan masyarakat dan Bank Nagari merupakan milik masyarakat Sumbar. Perubahan Bank Nagari ke syariah sudah menjadi keinginan masyarakat,” ujar Niki seperti dilansir Langgam.id, Minggu (1/12/2019).

Namun, lanjut Niki, konversi ke syariah tersebut menjadi tantangan baru bagi Bank Nagari. Tantangan itu seperti melakukan perubahan yang betul-betul syariah dan melakukan edukasi kepada nasabah.

“Bagi saya yang paling penting, syariah jangan setengah-setengah, sesuaikan kondisi syariah sebenarnya. Tantangan Bank Nagari selanjutnya yang mengubah perbankan konvensional menjadi syariah itu,” katanya.

Ia tidak menampik akan banyak menimbulkan pertanyaan para nasabah setelah konversi Bank Nagari menjadi syariah. Maka dari itu, Niki berharap Bank Nagari dapat memanfaatkan masa dua tahun untuk melakukan edukasi.

“Syarat menjadi syariah tidak otomatis. Selama masa dua tahun transisi ini bagaimana Bank Nagari sosialisasikan kepada masyarakat. Apakah adanya penolakan, ya tergantung sosialisasi itu nanti,” tuturnya sembari menyebutkan Bank Nagari dapat mengambil contoh Bank Riau dan Aceh yang lebih dulu menyetujui konversi menjadi syariah.

“Jadi tantangan bagaimana Bank Nagari betul-betul syariah bukan tidak hanya nama dan setengah. Harus betul-betul edukasi nasabah dan mempersiapkan dana dalam edukasi itu. Bisa engga diubah selama dua tahun ini,” sambungnya. (irwanda/RC)

Editor:arie rh
Sumber:Langgam.id
Kategori:Badminton, Ekonomi, Sumatera Barat
wwwwww