Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
Peristiwa
15 jam yang lalu
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
2
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
Nasional
14 jam yang lalu
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
3
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
Peristiwa
13 jam yang lalu
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
4
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
Nasional
14 jam yang lalu
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
5
Calon Wagub Sumbar Usungan Gerindra Jadi Tersangka
Hukum
17 jam yang lalu
Calon Wagub Sumbar Usungan Gerindra Jadi Tersangka
6
Kejagung Punya Cukup Alat Bukti Tetapkan Jaksa Pinangki Sebagai Tersangka
Nasional
16 jam yang lalu
Kejagung Punya Cukup Alat Bukti Tetapkan Jaksa Pinangki Sebagai Tersangka
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Konversi Bank Nagari Menjadi Bank Syariah Jangan Setengah-setengah

Konversi Bank Nagari Menjadi Bank Syariah Jangan Setengah-setengah
ilustrasi
Minggu, 01 Desember 2019 17:58 WIB
PADANG - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Nagari, Sabtu 30 November 2019, secara aklamasi menyetujui perubahan PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat (Sumbar) atau Bank Nagarimenjadi bank syariah.

Menanggapi perubahan konversi menjadi syariah itu, pakar ekonomi dari Universitas Andalas (Unand), Niki Lukviarman, mengatakan apa yang dilakukan Bank Nagari sudah tepat. Apalagi hal ini sesuai dari keinginan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar).

“Kalau saya melihat, secara umum (syariah) ini keinginan masyarakat dan Bank Nagari merupakan milik masyarakat Sumbar. Perubahan Bank Nagari ke syariah sudah menjadi keinginan masyarakat,” ujar Niki seperti dilansir Langgam.id, Minggu (1/12/2019).

Namun, lanjut Niki, konversi ke syariah tersebut menjadi tantangan baru bagi Bank Nagari. Tantangan itu seperti melakukan perubahan yang betul-betul syariah dan melakukan edukasi kepada nasabah.

“Bagi saya yang paling penting, syariah jangan setengah-setengah, sesuaikan kondisi syariah sebenarnya. Tantangan Bank Nagari selanjutnya yang mengubah perbankan konvensional menjadi syariah itu,” katanya.

Ia tidak menampik akan banyak menimbulkan pertanyaan para nasabah setelah konversi Bank Nagari menjadi syariah. Maka dari itu, Niki berharap Bank Nagari dapat memanfaatkan masa dua tahun untuk melakukan edukasi.

“Syarat menjadi syariah tidak otomatis. Selama masa dua tahun transisi ini bagaimana Bank Nagari sosialisasikan kepada masyarakat. Apakah adanya penolakan, ya tergantung sosialisasi itu nanti,” tuturnya sembari menyebutkan Bank Nagari dapat mengambil contoh Bank Riau dan Aceh yang lebih dulu menyetujui konversi menjadi syariah.

“Jadi tantangan bagaimana Bank Nagari betul-betul syariah bukan tidak hanya nama dan setengah. Harus betul-betul edukasi nasabah dan mempersiapkan dana dalam edukasi itu. Bisa engga diubah selama dua tahun ini,” sambungnya. (irwanda/RC)

Editor:arie rh
Sumber:Langgam.id
Kategori:GoNews Group, Ekonomi, Sumatera Barat

wwwwww