Kata BPPT, BPBD dan Warga soal Longsor di Kademangan yang Tewaskan Ibu Muda

Kata BPPT, BPBD dan Warga soal Longsor di Kademangan yang Tewaskan Ibu Muda
Ist.
Selasa, 03 Desember 2019 11:00 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
Tangerang Selatan - Sebuah Turap setinggi 4 meter dan panjang 8 meter di Kademangan, RT/RW 4/3, Setu, Tangerang Selatan, longsor pada Senin (2/12/2019) sekira pukul 17.30 WIB petang, dan menewaskan seorang Ibu muda.

Kepala Bagian Program dan Anggaran Pusat Teknologi Reduksi Resiko Bencana BPPT, Nur Hidayat, yang datang meninjau lokasi longsor turap mejelaskan, bahwa turap tersebut selain tidak memiliki ketahanan juga diperparah dengan kondisi tanah yang merupakan tanah urukan.

"Kondisi turap semakin parah dengan lapisan soil (tanah) cukup tebal di area longsor. Kayanya turap itu tanah urukan. Itu yang saya lihat dari material yang longsor tadi," kata Nur Hidayat, Senin (2/12/2019) dikutip dari rmoljabar.

Ia menjelaskan, dengan tanah yang cukup tebal, turap tidak kuat menahan. "Kalau ini bergetar, mempercepat terjadinya proses pergerakan tanah dan itu terbukti jalanan retak dan air mulai banyak meresap ke tanah retak,".

Dengan kondisi tanah seperti itu, kata Nur Hidayat, turap bukanlah menjadi solusi satu-satunya. Ketimbang membangun turap, kata dia, "sebaiknya tingkat penduduk harus dikurangi, kemudian lalu-lalang mobil padat yang menambah beban, baik beban tetap atau bergerak juga harus dikurangi,".

Senada dengan Nur, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel, Chaeruddin juga mengatakan bahwa turap yang longsor tidak cukup kuat menahan beban.

"Dari turapnya itu sendiri kurang kuat. Turap itu tak memiliki dasar pondasi yang kokoh. Itu kan turapnya cuma begitu doang. Enggak ada besinya," ujar Chaeruddin.

Warga sekitar, Andi, juga menyatakan hal serupa, bahwa tanah tersebut merupakan tanah urukan. Ia menyayangkan, bentuk turap yang dibangun terlalu curam.

"Harusnya lebih miring, kan urukan itu," kata dia kepada GoNews.co, Senin (2/12/2019) malam.

Warga Lain, Latif menerangkan, turap tersebut sebetulnya belum lama dibangun. "Itu kalo nggak salah proyek pemerintah. Belum lama itu dibangunnya, baru berapa bulan, pas musim kemarau kemarin lah,".

Diberitakan sebelumnya, Ibu muda bernama Anggi (23) tewas setelah tertimpa longsoran turap, meskipun sempat dilarikan ke RS Hermina.

Andi menuturkan, Anggi tertimbun turap ketika melintas di lokasi turap menggunakan sepeda motornya, tak lama setelah hujan reda. Turut bersama Anggi di sepeda motor itu, putranya, inisial 'K' yang berusia sekitar 4 tahun.

"Padahal itu keurug ama anak-anaknya, tapi anaknya alhamdulillah selamat," kata Andi.***


wwwwww