Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Desak PTPN V Hentikan Kasus Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit di Rohul
Peristiwa
23 jam yang lalu
DPR Desak PTPN V Hentikan Kasus Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit di Rohul
2
Ibu Curi Sawit di Riau Dianggap Kasus 'Ecek-ecek', DPR: Sebagai BUMN, PTPN V Memalukan
Hukum
23 jam yang lalu
Ibu Curi Sawit di Riau Dianggap Kasus Ecek-ecek, DPR: Sebagai BUMN, PTPN V Memalukan
3
LaNyalla Akan Laporkan Polemik DPRD dan Pemkab Jember ke Presiden
Politik
23 jam yang lalu
LaNyalla Akan Laporkan Polemik DPRD dan Pemkab Jember ke Presiden
4
Spanduk Ucapan Selamat kepada 'Negara Federal China Baru' Berkibar di Langit AS
Internasional
22 jam yang lalu
Spanduk Ucapan Selamat kepada Negara Federal China Baru Berkibar di Langit AS
5
Kantor dan Rumah Makan di DKI Bisa Buka pada 8 Juni, Kapasitas hanya 50 Persen
Kesehatan
23 jam yang lalu
Kantor dan Rumah Makan di DKI Bisa Buka pada 8 Juni, Kapasitas hanya 50 Persen
6
Viral? Tagar #GeorgeFloydChallenge tak Tembus 100 Postingan per Kamis Sore di Instagram
Umum
23 jam yang lalu
Viral? Tagar #GeorgeFloydChallenge tak Tembus 100 Postingan per Kamis Sore di Instagram
Home  /  Berita  /  GoNews Group

'Prudent', Prabowo Tertutup soal Alusista Indonesia

Prudent, Prabowo Tertutup soal Alusista Indonesia
Dok. Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Selasa, 03 Desember 2019 14:17 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Prabowo Subianto, sedari masih jadi Calon Presiden 2019, dikenal kritis soal alat utama sistem persenjataan (alutsista) negara. Dengan jabatan kini sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo memastikan ada prioritas alusista negara di tahun 2020, tapi itu rahasia.

"Tidak akan saya sampaikan ke kalian (wartawan, red). Ini banyak mata dan telinga di sini," ujar Prabowo di Kemenhan, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Prabowo menyebut anggaran pertahanan Indonesia di Asia Tengah adalah yang terkecil dibanding negara tetangga. Angkanya anggaran Indonesia hanya sekitar 0,8 persen dari Gross Domestic Product (GDP).

"Tetangga-tetangga kita ada yang tiga persen. Jadi ini yang sedang saya perjungkan supaya kita juga bisa anggaran ditingkatkan untuk menjamin kedaulatan kita menjaga wilayah kita, mengamankan kekayaan kita, supaya tidak dicuri bangsa lain," bebernya.

Soal alutsista, Prabowo sebelumnya pernah berdebat dalam rapat dengan Komis I DPR membicarakan program Kementerian Pertahanan 5 tahun ke depan.

Anggota Komisi I F-PDIP Effendi Simbolon meminta Prabowo menyampaikan programnya dalam rapat terbuka, namun Prabowo menolak. Bahkan setelah berkali-kali diminta.

"Di penyelenggaraan bidang pertahanan negara, seharusnya kita selalu prudent, hati-hati, dan sedapat mungkin mempersulit pihak non-Indonesia untuk terlalu mengerti dan memahami kondisi pertahanan kita," urai Prabowo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2019) lalu.

Terkait anggaran Kemenhan, sebelumnya diberitakan, Buku III Nota Keuangan RAPBN 2020 mencatat, Kementerian Pertahanan mendapat alokasi anggaran terbesar diantara kementerian lembaga lainnya, yakni Rp127,357 triliun. Disusul Kementerian PUPR sebesar Rp120,2 triliun dan Polri sebesar Rp90,332 triliun.

Plot twist-nya, anggaran jumbo itu akan menjadi tanggung jawab Prabowo Subianto, yang ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019.***


wwwwww