Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
Politik
12 jam yang lalu
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
2
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
Peristiwa
12 jam yang lalu
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
3
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
Umum
12 jam yang lalu
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
4
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
Hukum
12 jam yang lalu
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
5
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
Politik
12 jam yang lalu
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
6
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Kesehatan
11 jam yang lalu
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pengamat: Yang Melaporkan Rocky Gerung Ke Polisi Tanda Tidak Siap Adu Otak

Pengamat: Yang Melaporkan Rocky Gerung Ke Polisi Tanda Tidak Siap Adu Otak
Rabu, 04 Desember 2019 14:01 WIB
JAKARTA - Rencana melaporkan filsuf dari Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung karena dianggap telah menghina Joko Widodo sebagai seorang presiden menuai banyak kritik.

Pengamat politik dari Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti menyayangkan tradisi saling lapor ke polisi belum berakhir. Apalagi, dalam kasus Rocky Gerung yang terjadi sebatas perbedaan pendapat dalam sebuah diskusi.

Semestinya, sambung Ray, masalah ini diselesaikan dengan cara debat beradu pikiran.

"Itu kan sudah semacam ritus sekarang lapor-melaporkan ini,” tegasnya seperti dilansir GoNews.co dari Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (4/12).

Ray menilai bahwa kebebasan berpendapat harus dijunjung tinggi. Jangan sampai, perdebatan dan diskursus selalu berujung pada laporan polisi. "Itu tanda tidak siap berdebat, kemudian lawan melaporkan lawan debatnya ke polisi," ujarnya.

Baginya, pernyataan Rocky Gerung yang menyebut Jokowi tidak paham Pancasila merupakan sebuah kritik. Pernyataan itu bukan diarahkan untuk mencaci maki seorang kepala negara. "Ya, itu pemahaman bukan caci maki," kata Ray.

Ray sendiri khawatir dengan ritus saling melapor ke polisi. Sebab, perbedaan pendapat harus diselesaikan dengan beradu pendapat. Bukan melulu harus ke polisi. "Sangat mudah melihat mana yang caci maki dan mana yang pemahaman," demikian Ray.

Dalam talkshow Indonesia Lawyers Club (ILC), Rocky sempat berujar bahwa Jokowi hanya menjadikan Pancasila hapalan, tapi tidak dibarengi implementasi dalam membuat kebijakan.

"Kalau dia paham, dia enggak berutang. Kalau dia paham dia enggak naikin BPJS. Kalau dia paham dia enggak melanggar undang-undang lingkungan," kata Rocky dalam acara yang mengangkat tema "Maju-Mundur Izin FPI", di Jakarta, Selasa malam (3/12).

Di forum itu juga, politisi PDI Perjuangan Junimart Girsang yang turut menjadi pembicara sontak akan melaporkan Rocky Gerung ke polisi karena menilai Rocky telah menghina presiden.

Sejak dinihari tadi, tanda pagar (tagar) atau hashtag #RockyGerungMenghinaPresiden masih menjadi trending topic di Twitter.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:RMOL.ID
Kategori:GoNews Group, Umum, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww