Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
Sepakbola
10 jam yang lalu
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
2
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
Nasional
19 jam yang lalu
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
3
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
DPR RI
22 jam yang lalu
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
4
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
DPR RI
21 jam yang lalu
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
5
Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020
DPD RI
23 jam yang lalu
Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
6
Bamsoet Dorong Semua Komunitas Pemukiman Patuhi Protokol Kesehatan  
MPR RI
21 jam yang lalu
Bamsoet Dorong Semua Komunitas Pemukiman Patuhi Protokol Kesehatan  
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jazilul Fawaid: Agama dan Negara adalah Dua Sisi Tak Terpisahkan

Jazilul Fawaid: Agama dan Negara adalah Dua Sisi Tak Terpisahkan
Minggu, 08 Desember 2019 00:51 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PASURUAN - Wakil Ketua MPR RI H. Jazilul Fawaid, menegaskan, kalangan santri mesti memahami agama dan negara dua sisi tak terpisahkan.

Penegasan tersebut penting, sebab jangan sampai ada penilaian bahwa mempelajari dan mengkaji kenegaraan, seperti Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 tidak ada nilai agamanya, begitupun sebaliknya.

Maka dari itulah, menurut Jazilul, penilaian tersebut mesti dirubah secara fundamental. Semestinya, yang harus ditanam kuat dalam sanubari para santri adalah agama memperkuat negara dan negara memperkuat agama. Pesan itu bahkan tersirat diamanahkan dalam UUD pasal 29 ayat (1) Negara berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa.

Hal tersebut diungkapkannya dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR kerjasama MPR dengan Yayasan Miftahul Ulum, di Djoglo Kedjajan, Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (7/12/2019). Hadir dalam Sosialisasi itu tokoh masyarakat, tokoh agama dan sekitar ratusan peserta kalangan santri di wilayah Pasuruan.

Bagi Jazilul, pemahaman yang kuat bahwa agama dan negara tak terpisahkan, akan menjadi benteng pertahanan yang sangat kokoh buat para santri dan generasi muda bangsa lainnya, dari pengaruh paham radikalisme yang ingin memisahkan agama dan negara.

"Saya sangat tekankan hal tersebut, sebab saya khawatir dampak pengaruh radikalisme yang merusak. Memang ada sebagian besar santri yang kuat pemahamannya seputar hubungan antara agama dan negara. Itu tidak menjadi masalah. Tapi, masih ada santri dan generasi muda yang kena pengaruh radikalisme yang menganggap negara kita thogut dan harus diperangi," katanya.

Untuk itulah, lanjut Jazilul, MPR hadir dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR nya, dengan tujuan membuka dan mengingatkan kembali seluruh rakyat Indonesia tentang Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Begitu pentingnya Empat Pilar terutama kepada santri, saya berpikir ingin membentuk satu metode misal membuat kitab kuning tentang Pancasila sehingga bisa dipelajari oleh santri dengan nyaman," tambahnya.***


wwwwww