Home > Berita > Riau

Jejak Harimau di Tapung Ditemukan Siswa SD, Bapaknya Ketakutan

Jejak Harimau di Tapung Ditemukan Siswa SD, Bapaknya Ketakutan
Tangkapan layar video yang diterima GoNews.co.
Rabu, 11 Desember 2019 22:23 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
PEKANBARU - Jejak-jejak kaki Harimau ditemukan di Jl. Kijang Putih, Desa Karya Indah, Kampar, Riau pada Rabu (11/12/2019).

Jejak kaki binatang buas ini, mulanya ditemukan oleh seorang pelajar yang hendak menuju sekolah diantar oleh ayahnya.

"Kami mau pigisekolah tadi pagi, Pak. Anak nengok ke belakang, nampak di belakang ada harimau, Pak," kata Pria yang mengaku sebagai warga RT 12 itu kepada personel Koramil 16 Tapung, dalam video yang diterima GoNews.co, Rabu (11/12/2019).

Bapak ini mulanya mengaku tak percaya dengan pengakuan Anaknya. Ia bahkan mengaku, sempat memarahi anaknya karena diduga bercanda soal Harimau.

"Setelah nampak jejaknya, baru ketakutan juga saya," akunya.

Dalam video tersebut, personel dan warga melaporkan upaya penelusuran jejak Harimau di jalan setapak yang mengarah ke Desa Beringin. Jejak Harimau Sumatera itu, didapati berbelok di semak-semak ke arah lahan perkebunan sawit.

Belum didapat keterangan lebih jauh terkait temuan ini. Tapi peristiwa serupa sebelumnya juga pernah terjadi di Riau.

Jumat (6/12/2019), jejak Harimau Sumatera ditemukan di Desa Kualu Nanas di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau. Temuan Jumat itu, menyusul temuan serupa di Kecamatan Tapung di Kabupaten yang sama.

Atas temuan yang lalu itu, pihak BBKSDA mengimbau agar masyarakat tidak melakukan perburuan dan berhenti melakukan pemasangan jerat yang ada di kawasan tersebut.

"Sehingga harimau tidak mencari mangsa lain, biarkan harimau memangsa pakannya pada habitatnya. Kami juga mengharapkan ke masyarakat, untuk tidak panik, untuk tidak berbuat anarkis (ke harimau), apabila mengetahui hal ini (harimau). Mengetahui ada harimau di sekitar permukiman atau di perkebunan untuk segera melaporkan ke kami agar kami mengambil langkah atau tindakan sesuai dengan kewenangan kami," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono kala itu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Riau, Lingkungan, Peristiwa, Umum

wwwwww