Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
Kesehatan
8 jam yang lalu
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
2
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
Peristiwa
3 jam yang lalu
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
3
Dicekoki Miras oleh Pelacur Langganannya, PNS Kehilangan Mobil Usai Kencan
Peristiwa
15 jam yang lalu
Dicekoki Miras oleh Pelacur Langganannya, PNS Kehilangan Mobil Usai Kencan
4
Toyota Recall 5.965 Unit Mobil karena Kehilangan Tenaga Saat Dikendarai
Umum
15 jam yang lalu
Toyota Recall 5.965 Unit Mobil karena Kehilangan Tenaga Saat Dikendarai
5
Siswi SMP di Batang Anai Kritis Ditikam Begal, Pelaku Ditembak Polisi
Peristiwa
16 jam yang lalu
Siswi SMP di Batang Anai Kritis Ditikam Begal, Pelaku Ditembak Polisi
6
Sekelompok Orang Serang Peserta Doa Pernikahan di Kediaman Assegaf bin Jufri, 3 Warga Terluka
Peristiwa
10 jam yang lalu
Sekelompok Orang Serang Peserta Doa Pernikahan di Kediaman Assegaf bin Jufri, 3 Warga Terluka
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Rumah Rusak Parah karena Tanah Bergerak, Sejumlah Warga Koto Alam Mengungsi

Rumah Rusak Parah karena Tanah Bergerak, Sejumlah Warga Koto Alam Mengungsi
Rumah warga di Kanagarian Koto Alam rusak parah akibat pergerakan tanah yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. (foto: Agung Sulistyo/iNewsTV/sindonews.com)
Senin, 16 Desember 2019 10:01 WIB
LIMAPULUH KOTA - Sebagian warga di Kanagarian Koto Alam, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), terpaksa mengungsi karena rumah yang mereka tempati rusak parah dan ambles akibat pergerakan tanah.

Dikutip dari Sindonews.com, rumah warga di Kanagarian Koto Alam rusak parah akibat pergerakan tanah yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Amblesnya tanah saat ini sudah mencapai 2 meter, sehingga pemiliki rumah terpaksa mengungsi ke tempat yang aman. Terlebih karena kondisi bangunan rumah mereka sudah rusak.

Pergerakan tanah ini diperparah oleh intensitas hujan yang masih tinggi. Menurut warga, kawasan Koto Alam juga termasuk daerah rawan bencana, terutama tanah longsor.

Edwar, salah seorang warga mengatakan, di Koto Alam terdapat beberapa titik daerah yang kini terancam tanah bergerak. Di antaranya di Jorong Simpang Tiga, Jorong Batu Hampa, dan Jorong Polong 2, dengan keretakan tanah mencapai 70 meter sampai 300 meter. Kondisi ini mengancam keselamatan ratusan warga.

Menurut Edwar, selain karena intensitas hujan yang tinggi, pergerakan tanah juga disebabkan adanya aktivitas pertambangan di sekitar Koto Alam.

Posisi pergerakan tanah ini hanya beberapa meter dari jalan lintas yang menghubungkan Sumatera Barat dan Riau. Dikawatirkan apabila pergerakan tanah terus terjadi, maka akan berdampak pada jalan lintas provinsi tersebut. (thm/snd)

Editor:arie rh
Sumber:sindonews.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat

wwwwww