Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
16 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
13 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
12 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
18 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton
Kompetisi Liga 1 Putri 2019

PS Tira Tajamkan Fokus Jelang Final

PS Tira Tajamkan Fokus Jelang Final
Rabu, 18 Desember 2019 23:45 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BANDUNG - Gelaran partai final Liga 1 Putri 2019 tinggal menghitung hari dan persiapan pun terus dilakukan oleh kontestan peraih tiket final, Persib dan PS Tira. Akan menghadapi partai puncak di depan mata, pelatih PS Tira Dzulfikri Bashari El Hassan pun ingin meraih hasil terbaik demi memperebutkan titel juara Liga 1 Putri 2019 di musim perdana ini.

“Global Refugee Forum yang baru diselenggarakan tahun ini, memainkan peran monumental dalam menekankan kembali implementasi tanggungjawab seluruh terhadap krisis pengungsi global,” kata Meutya dalam keterangan tertulisnya saat menyampaikan pidatonya pada acara Global Refugee Forum 2019 di Jenewa, Swiss, Selasa (17/12/2019).

Disebutkan oleh mantan wartawan ini, meski Indonesia bukan negara penandatangan Konvensi Pengungsi tahun 1951, Indonesia telah mentaati beberapa prinsip dalam konvensi antara lain non-refoulment, non-penalization dan non-discrimination dan bertindak jauh dari kewajiban sebagai negara transit bagi hampir 14.000 pengungsi dari 42 negara.

"Bahkan Indonesia telah menerbitkan Peraturan Presiden di tahun 2016 untuk memberikan landasan hukum penanganan terhadap pengungsi dari luar negeri," ujarnya.

Lebih lanjut, Meutya Hafid yang juga politisi Partai Golkar itu mengatakan Indonesia bahkan bertindak lebih jauh dengan memberikan akses kepada para pengungsi anak mendapatkan pendidikan, termasuk memberikan kesempatan untuk mendaftar di sekolah Indonesia. 

"Selain pemerintah juga memberikan bantuan secara terus-menerus bagi para pengungsi perempuan, dan anak-anak yang sakit,” lanjutnya. 

Adanya kebijakan negara-negara tujuan pengungsi untuk menutup pintu bagi para pengungsi, turut menjadi perhatian dari Meutya Hafid, untuk itu Indonesia mengusulkan peningkatan kerja sama internasional. 

“Melalui dialog dari negara asal pengungsi, negara transit dan negara tujuan dan memformulasikan solusi jangka panjang, dan saling berbagi tanggungjawab," sebut Meutya mengakhiri. 

Global Refugee Forum 2019 dibuka di Jenewa 17 Desember 2019, dan dihadiri oleh beberapa kepala negara diantaranya Recep Tayyib Erdogan, Presiden Turki, dan dipimpin oleh Kepala United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), Filippo Grandi. GRF terselenggara atas usul dari Turki, Ethiopia, Jerman, Kosta Rika, dan Pakistan. ***

wwwwww