Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
7 jam yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
2
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
6 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
3
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
MPR RI
4 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
4
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Ekonomi
7 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
5
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
21 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
6
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
8 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ditegur Azam Mujahid Soal Uighur, Yusuf Mansur: Saya Minta Maaf, Saya Belum ke Sana

Ditegur Azam Mujahid Soal Uighur, Yusuf Mansur: Saya Minta Maaf, Saya Belum ke Sana
Kamis, 19 Desember 2019 21:33 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Yusuf Mansur akhirnya meminta maaf, setelah postingan di akun Instagranya terkait Uyghur menuai kontroversi luas.

Permintaan bos Paytren tersebut, setelah sebelumnya ditegur salah satu aktivis kemanusiaan, Azzam Mujahid Izzulhaq dan menjadi viral di twitter.

"Saya ini cuma manusia biasa. Saya minta maaf. Saya hanya ngajak doa tentang Uighur. Dan ngajak lansung liat Uighur. Secara saya ya juga belum ke sana," kata Yusuf Mansur di akun IG-nya, Kamis (19/12/2019).

Tidak hanya minta maaf, Yusuf Mansur juga menyampaikan terimakasih kepada Azzam Mujahid Izzulhaq yang telah meluruskan pernyataannya.

"Makasih Mas Azzam.. Jazaakumullaah. Kapan-kapan mudah2an bisa ketemuan. Sharing2 yang saya beloman tau," ujar Yusuf Mansur di status IG yang lain.

Tidak hanya di IG, dari pantauan GoNews.co, Yusuf Mansyur juga secara resmi memposting permintaan maaf dan terimakasihnya di Twiter dan web pribadinya.

Pendiri Pesantren Daarul Quran ini juga mengatakan akan segera mengunjungi Xinjiang.

"Asli saya mau ke Xinjiang, mau ke Uighur," tulis Yusuf Mansur di status IG yang lain.

"Setiap masalah, mudah2an bawa hikmah... Kita sabarin diri. Sambil terus doa yang terbaik u/ Uighur. Sekali lagi, u/ Uighur. Ga juga cuma rame di medsos," ujarnya.

Sebelumnya, Yusuf Mansur berkomentar terkait kondisi muslim Uighur di Xinjiang yang lagi ramai dibicarakan publik. Yusuf Mansur seperti menggambarkan kondisi Xinjiang baik-baik saja, bahkan ada pesantren besar dengan ribuan santri.

"Saya banyak dapat cerita indah tentang Xinjiang. Termasuk sahabat saya, DR. Abu Bakar. Yang punya pesantren di Xinjiang, dengan 1200 santri. Mukim loh. Saya pernah ditunjukkan berbagai video sekolah/madrasah/pesantren DR. Abu Bakar. Ya Xing Education namanya. Ya Xing itu Yaasiin," kata Yusuf Mansur di akun IG-nya, Rabu (18/12/2019).

Klaim Yusuf Mansur ini dibantah oleh Azzam Mujahid Izzulhaq, yang sudah datang langsung ke Xinjiang dengan biaya sendiri.

"Pesantren Ya Xing Education di Xinjiang memiliki 1500 santri? Tunjukkan di kota mananya saja. Saya datangi. Di Xinjiang, Yaxing itu nama hotel, mall, supermarket. Pesantren? Duh," kata Azzam di akun twitternya, Rabu (18/12/2019).

Azzam juga meluruskan cocoklogi Yusuf Mansur yang menyebut Ya Xing itu Yaasiin (seperti nama surat dalam Al-Quran).

"Yaxing adalah dialek Mandarin dari Yasin? Duh cocoklogi apalagi ini Bang @Yusuf_Mansur," ujar Azzam.

Untuk membuktikan benar tidaknya klaim pesantren, Azzam mengajak langsung Yusuf Mansur untuk berkunjung ke Xinjiang.

"Saya mau mengajak sahabatnya Bang @Yusuf_Mansur, (dan) pimpinan Pesantren Yaxing di Xinjiang yg katanya memiliki 1200-an orang santri mukim untuk ikut serta dalam membagikan 30.000 Mushaf Al Quran yg saya sediakan kepada masyarakat Muslim Uyghur. Mohon info alamat dan kontaknya,” kata Azzam.

Azzam menyebut sudah mendatangi langsung Xinjiang selama 29 hari. "Saya datang ke lebih dari 8 kota di wilayah provinsi Xinjiang selama 29 hari. Tanpa diundang, difasilitasi, diantar. Sebaliknya, diinterogasi, diikuti, diancam. Saya menemukan fakta nyata. Bukan fakta yg direkayasa," ujarnya.***


wwwwww