Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ekonomi Anjlok, Wakil Ketua MPR: Bukti Kebijakan Pemerintah Tak Efektif
MPR RI
15 jam yang lalu
Ekonomi Anjlok, Wakil Ketua MPR: Bukti Kebijakan Pemerintah Tak Efektif
2
Soal Bantuan Karyawan dengan Upah di Bawah Rp5 Juta, Ini Catatan Komisi XI
DPR RI
15 jam yang lalu
Soal Bantuan Karyawan dengan Upah di Bawah Rp5 Juta, Ini Catatan Komisi XI
3
Transjakarta Siap Bayar Upah jika Tuntutan Memiliki Dasar yang Kuat
Ekonomi
9 jam yang lalu
Transjakarta Siap Bayar Upah jika Tuntutan Memiliki Dasar yang Kuat
4
Daripada Ribut, Abdul Fikri Faqih: Alihkan Anggaran POP Untuk Internet Gratis
DPD RI
12 jam yang lalu
Daripada Ribut, Abdul Fikri Faqih: Alihkan Anggaran POP Untuk Internet Gratis
5
Membaca 'Ancaman Resesi Ekonomi dan Solusinya'
DPR RI
11 jam yang lalu
Membaca Ancaman Resesi Ekonomi dan Solusinya
6
Soal Bansos Buat Pekerja, Abdul Fikri Faqih Ingatkan Jangan Sampai Timbul Kecemburuan
DPR RI
11 jam yang lalu
Soal Bansos Buat Pekerja, Abdul Fikri Faqih Ingatkan Jangan Sampai Timbul Kecemburuan
Home  /  Berita  /  Riau

Kakaknya Jadi Korban Longsor di Bukittinggi, Kapentak Lanud Roesmin Nurjadin: Almarhumah Rajin Shalat di Masjid

Kakaknya Jadi Korban Longsor di Bukittinggi, Kapentak Lanud Roesmin Nurjadin: Almarhumah Rajin Shalat di Masjid
Alat berat dan sejumlah petugas gabungan dikerahkan mencari korban yang terperosok ke dalam lubang jalan yang amblas di Kota Bukittinggi, Jumat (20/12/2019). (covesia)
Jum'at, 20 Desember 2019 19:20 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU- Peristiwa amblasnya Jalan By Pass Gulai Bancah Bukittinggi, Sumatera Barat membawa duka bagi Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Letkol Sus M Zukri, sebab saudari perempuannya bernama Harmusti (64) menjadi korban akibat jalan longsor tersebut.

Informasi yang dihimpun GoRiau, peristiwa jalan amblas itu terjadi saat korban Harmusti hendak pergi ke masjid untuk menunaikan sholat subuh berjamaah di masjid yang berada sekitar 50 meter dari rumahnya.

Diduga korban terperosok karena tidak mengetahui ada lubang besar tertutup air di tempat ia berjalan di pinggir jalan raya tersebut.

Upaya pencarian dilakukan pihak terkait, mulai dari pukul 07.00 WIB dan baru berhasil ditemukan sekitar pukul 13.45 WIB dalam kondisi masih mengenakan mukena dan sudah meninggal, pada kedalaman 6 hingga 8 meter dari permukaan tanah.

Kapentak Lanud Roesmin Nurjadin, Letkol Sus M Zukri ketika mendengar kabar tersebut mengatakan ia sangat kehilangan, karena almarhum yang merupakan kakak kandungnya. Almarhumah adalah sosok yang sangat menyayangi dirinya dan memiliki kepribadian baik hati dan rajin beribadah.

"Saya sangat kehilangan, karena sudah bersama almarhum mulai dari kelas 3 SD di Bukittinggi. Dulu diajak ke Bukitttinggi dari Pasaman untuk menuntut ilmu. Almarhum sangat sayang kepada saya, almarhum peramah dan sangat rajin beribadah 5 waktu di masjid. Saya betul-betul merasakan kehilangan dengan kepergianya, hanya dengan doa yang dapat kuantar semoga almarhum diterima disisi Allah Swt," ungkap Zukri kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Jumat malam. ***

Kategori:Peristiwa, Riau

wwwwww