Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
DPR RI
6 jam yang lalu
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
2
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
Kesehatan
23 jam yang lalu
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
3
Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020
DPD RI
6 jam yang lalu
Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
4
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
Peristiwa
19 jam yang lalu
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
5
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
Peristiwa
18 jam yang lalu
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
6
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
DPR RI
5 jam yang lalu
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
Home  /  Berita  /  GoNews Group

2020, Pemprov Jateng Gratiskan Biaya Sekolah

2020, Pemprov Jateng Gratiskan Biaya Sekolah
Ilustrasi: Sutterstock
Sabtu, 28 Desember 2019 16:37 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan menggratiskan biaya pendidikan sekolah negeri dan swasta di Provinsi Jateng mulai tahun 2020.

“Tahun depan kami akan menggratiskan biaya pendidikan untuk siswa SMA / SMK dan SLB negeri. Mudah-diminta dengan program ini maka upaya mewujudkan SDM yang unggul di Jateng akan cepat terwujud," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam jumpa pers di Bandara A Yani Semarang, Jumat (27/12/2019).

Pemprov Jateng telah menyiapkan anggaran sebesar Rp860,4 miliar untuk program ini. Bantuan dari Pemprov Jateng akan diberikan dalam bentuk Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda).

"Bosda untuk sekolah swasta sebesar Rp123,85 miliar, Bosda MA negeri dan swasta sebesar Rp26,5 miliar,” katanya.

Pemprov Jateng juga akan memberikan seragam sekolah gratis untuk siswa miskin. Anggaran sebesar Rp14,6 miliar telah dialokasikan untuk membelikan seragam gratis untuk 97,614 siswa miskin.

Ganjar berharap, program implementasi ini mendapat dukungan dari seluruh kepala sekolah. Kata Ganjar, "kami akan awasi, jangan sampai SPP gratis, tetapi pihak sekolah tetap meminta pungutan-pungutan biaya lainnya,".***


wwwwww