Usut Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa Dua Saksi

Usut Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa Dua Saksi
Senin, 30 Desember 2019 15:42 WIB
JAKARTA - Jaksa Agung ST Buhanuddin membenarkan pihaknya mengagendakan pemeriksaan terhadap dua saksi dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya hari ini.

"Memang benar hari ini dan besok kita ada pemanggilan," ujar dia, di Gedung Kejagung, Jakarta, Senin (30/12).

Burhanudin enggan membeberkan siapa saksi yang diperiksa oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Namun, dia menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk mempercepat penuntasan dugaan kasus tersebut.

Lebih lanjut, Burhanuddin menyampaikan pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap sejumlah saksi terkait dengan kasus itu.

Pendalaman pun, katanya, akan dilakukan terhadap nilai korupsi dari kasus tersebut. "Kalau berapa banyak kerugian itu yang baru prediksi awal Rp13 triliun. Nanti hasil pemeriksaan penghitungan yang akan menentukan terakhirnya," ujarnya.

Terpisah, Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung Adi Toegarisman menyampaikan pemeriksaan akan dilakukan secara bertahap. Dalam sehari, dia mengaku pihaknya memeriksa dua orang saksi.

"Kami sudah sampaikan jadwal pemeriksaan hari ini dua [orang], besok dua, enam, tujuh, delapan. Kami juga memanggil sekitar 20 orang," ujar dia, di Gedung Kejagung.

Adi juga enggan membeberkan siapa saksi yang diperiksa oleh pihaknya. Dia hanya menyampaikan pemeriksaan para saksi bagian dari cara Kejagung mengumpulkan alat bukti.

"Kami sedang mendalami mencari alat bukti bagaimana nanti persoalan hukum atau perkara ini bisa kami selesaikan, sesuai dengan aturan yang berlaku," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemeriksaan dua orang saksi kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya tengah berlangsung sejak pukul 09.00 WIB. Pemeriksaan dilangsungkan di Gedung Pidsus Kejagung atau Gedung Bundar.

Sebelumnya, Kejagung melakukan pencegahan dan penangkalan terhadap 10 orang terkait pengusutan kasus dugaan korupsi di balik defisit anggaran PT Asuransi Jiwasraya.

Sepuluh orang yang dicekal, yakni HR, DA, HP, NZ, DW, GL, ER, HD, BT, dan AS.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, DKI Jakarta

wwwwww