Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ekonomi Anjlok, Wakil Ketua MPR: Bukti Kebijakan Pemerintah Tak Efektif
MPR RI
14 jam yang lalu
Ekonomi Anjlok, Wakil Ketua MPR: Bukti Kebijakan Pemerintah Tak Efektif
2
Soal Bantuan Karyawan dengan Upah di Bawah Rp5 Juta, Ini Catatan Komisi XI
DPR RI
14 jam yang lalu
Soal Bantuan Karyawan dengan Upah di Bawah Rp5 Juta, Ini Catatan Komisi XI
3
Transjakarta Siap Bayar Upah jika Tuntutan Memiliki Dasar yang Kuat
Ekonomi
8 jam yang lalu
Transjakarta Siap Bayar Upah jika Tuntutan Memiliki Dasar yang Kuat
4
Daripada Ribut, Abdul Fikri Faqih: Alihkan Anggaran POP Untuk Internet Gratis
DPD RI
11 jam yang lalu
Daripada Ribut, Abdul Fikri Faqih: Alihkan Anggaran POP Untuk Internet Gratis
5
Membaca 'Ancaman Resesi Ekonomi dan Solusinya'
DPR RI
10 jam yang lalu
Membaca Ancaman Resesi Ekonomi dan Solusinya
6
Soal Bansos Buat Pekerja, Abdul Fikri Faqih Ingatkan Jangan Sampai Timbul Kecemburuan
DPR RI
11 jam yang lalu
Soal Bansos Buat Pekerja, Abdul Fikri Faqih Ingatkan Jangan Sampai Timbul Kecemburuan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Empat Rekannya Dipecat, Ratusan Karyawan Garuda Mogok, Bandara Soetta Terancam Lumpuh

Empat Rekannya Dipecat, Ratusan Karyawan Garuda Mogok, Bandara Soetta Terancam Lumpuh
Selasa, 31 Desember 2019 19:55 WIB
JAKARTA - Ratusan karyawan outsourcing anak perusahaan PT Garuda Indonesia melakukan aksi mogok kerja 30-31 Desember 2019 lantaran protes terhadap pemecatan empat rekannya.

Mereka merupakan pekerja outsourcing PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) yang dipekerjakan di PT Gapura Angkasa di mana perusahaan ini merupakan anak perusahaan Garuda.

Keempat karyawan yang dipecat adalah Mey Hardie, Abdul Rohman, Majid bin Adung, dan Sugi Haryanto yang ditempatkan sebagai petugas Ground Support Equipment (GSE) atau ground handling Garuda Indonesia.

"Surat pemutusan itu dilayangkan sebelum habis kontrak per tanggal 31 Desember 2019. Tapi sebelum ada surat pemutusan, kami memang melayangkan surat untuk melakukan perundingan terkait pengangkatan karyawan tetap terhadap pihak Gapura. Tapi pihak sana (Gapura Angkasa) tidak menanggapi, hingga ketiga kalinya baru ditanggapi dan kami menolak atas dasar hukum," kata salah satu karyawan, Mey Hardie di Bandara Mas, Kota Tangerang, Selasa (31/12).

Atas pemutusan tersebut, ia dan ketiga rekannya beserta kurang lebih 200 pekerja melakukan aksi mogok kerja agar perusahaan tersebut menanggapi.

"Memang sih, ketika nantinya kontrak kami habis di Gapura Angkasa, kami akan dapatkan kerja lagi, tapi itu tidak tahu di mananya. Makanya, kami gelar aksi ini," ujarnya dilansir GoNews.co dari Kantor Berita RMOLBanten.

Dalam aksinya, massa memberikan peringatan kepada perusahaan agar memberikan kejelasan. Bukan tanpa alasan, aksi mereka itu dikhawatirkan akan mengganggu layanan di Bandara Soekarno-Hatta.

"Kalau begini dampaknya luas, layanan di bandara bisa terganggu makanya kami harap bisa cepat ditanggapi," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Ekonomi, Peristiwa, GoNews Group

wwwwww