Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
21 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
21 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
17 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
17 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
15 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Empat Rekannya Dipecat, Ratusan Karyawan Garuda Mogok, Bandara Soetta Terancam Lumpuh

Empat Rekannya Dipecat, Ratusan Karyawan Garuda Mogok, Bandara Soetta Terancam Lumpuh
Selasa, 31 Desember 2019 19:55 WIB
JAKARTA - Ratusan karyawan outsourcing anak perusahaan PT Garuda Indonesia melakukan aksi mogok kerja 30-31 Desember 2019 lantaran protes terhadap pemecatan empat rekannya.

Mereka merupakan pekerja outsourcing PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) yang dipekerjakan di PT Gapura Angkasa di mana perusahaan ini merupakan anak perusahaan Garuda.

Keempat karyawan yang dipecat adalah Mey Hardie, Abdul Rohman, Majid bin Adung, dan Sugi Haryanto yang ditempatkan sebagai petugas Ground Support Equipment (GSE) atau ground handling Garuda Indonesia.

"Surat pemutusan itu dilayangkan sebelum habis kontrak per tanggal 31 Desember 2019. Tapi sebelum ada surat pemutusan, kami memang melayangkan surat untuk melakukan perundingan terkait pengangkatan karyawan tetap terhadap pihak Gapura. Tapi pihak sana (Gapura Angkasa) tidak menanggapi, hingga ketiga kalinya baru ditanggapi dan kami menolak atas dasar hukum," kata salah satu karyawan, Mey Hardie di Bandara Mas, Kota Tangerang, Selasa (31/12).

Atas pemutusan tersebut, ia dan ketiga rekannya beserta kurang lebih 200 pekerja melakukan aksi mogok kerja agar perusahaan tersebut menanggapi.

"Memang sih, ketika nantinya kontrak kami habis di Gapura Angkasa, kami akan dapatkan kerja lagi, tapi itu tidak tahu di mananya. Makanya, kami gelar aksi ini," ujarnya dilansir GoNews.co dari Kantor Berita RMOLBanten.

Dalam aksinya, massa memberikan peringatan kepada perusahaan agar memberikan kejelasan. Bukan tanpa alasan, aksi mereka itu dikhawatirkan akan mengganggu layanan di Bandara Soekarno-Hatta.

"Kalau begini dampaknya luas, layanan di bandara bisa terganggu makanya kami harap bisa cepat ditanggapi," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Ekonomi, Olympic, Badminton
wwwwww