Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
13 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
24 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
3
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
14 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
4
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
22 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
5
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
22 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
6
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
9 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Home  /  Berita  /  Badminton

Tak Terima Spanduknya Dirobek dan Diancam Santet, Balon Walikota Tanjungbalai akan Lapor Polisi

Tak Terima Spanduknya Dirobek dan Diancam Santet, Balon Walikota Tanjungbalai akan Lapor Polisi
Foto: Ist.
Selasa, 31 Desember 2019 10:08 WIB
JAKARTA - Bakal Calon Walikota Tanjungbalai Erwin Syahfutra Siregar, berencana mempolisikan insiden perusakan spanduk dirinya di berbagai titik di Kota Tanjungbalai.

Insiden ini diketahui pada Senin (30/12/2019). Mulanya, Erwin menerima laporan melalui komunikasi seluler pada pukul 05.30 WIB bahwa spanduk-spanduk dirinya telah dirusak orang tak dikenal.

"Motif perusakan itu kita belum tahu, apakah masalah pribadi atau takut disaingi, atau memang ada oknum-oknum tertentu yang ingin memperkeruh suasana Pilkada Tanjungbalai mendatang?" kata Erwin pada wartawan, Selasa (31/12/2019).

Erwin menjelaskan, pencalonan dirinya memang belum terverifikasi oleh KPU karena pendaftaran pencalonan pun belum resmi dilakukan, sehingga belum ada keharusan izin pada Panwaslu untuk memasang spanduk. Tapi, sebagaimana umum dilakukan juga oleh para Balon Walikota, pemasangan spanduk ini telah mendapat izin dari warga setempat.

"Kami memasang baliho ini 'assalammu alaikum' dan minta izin dulu dengan warga setempat. Saya rasa seluruh bakal calon juga meminta izim terlebih dahulu kepada yang punya tanah maupun rumah, barulah baliho dipasang," katanya.

Gangguan yang diterima Erwin dalam pencalonannya sebagai Balon Walikota Tanjungbalai pada Pilkada 2020, tidak hanya dengan pembakaran spanduk. Ia mengisahkan, sebelumnya ada juga teror berupa ancaman santet.

"Saya ditelepon oleh seseorang, meminta saya agar berhati-hati, karena menurut si penelepon tersebut hanya pasangan saya yang dianggap kuat, sehingga mereka berupaya dengan menggunakan santet agar saya gagal maju menjadi calon Walikota mendatang," aku Erwin.

Untuk memperkuat laporannya pada kepolisian, Erwin menyatakan telah menyiapkan sejumlah alat bukti termasuk spanduk dan Poto dokumentasi.

Insiden ini membuat geram tim sukses dan para relawan Erwin. Tapi imbauan agar "menahan diri dan tak terpancing" telah Ia sampaikan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww