Di Bawah Tomsi Tohir, Sepanjang 2019 Polda Banten Ungkap 12 Kasus Pembunuhan

Di Bawah Tomsi Tohir, Sepanjang 2019 Polda Banten Ungkap 12 Kasus Pembunuhan
Ilustrasi: IANS Image
Rabu, 01 Januari 2020 21:51 WIB
JAKARTA - Sepanjang tahun 2019, Kepolisian Daerah (Polda) Banten berhasil mengungkap sejumlah kasus kejahatan yang meresahkan masyarakat. Satu diantaranya kasus pembunuhan sadis terhadap seorang gadis Baduy berusia 13 tahun di Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Lebak pada 30 Agustus lalu. Dalam waktu tak terlalu lama, penyidik Polda Banten berhasil membekuk tiga pemuda yang menjadi pelakunya.

Keberhasilan tersebut tak lepas dari peran Kapolda Banten Irjen Pol. Tomsi Tohir bersama jajarannya yang gigih memilihara keamanan dan ketertiban, penegakkan hukum, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat Banten. Hasilnya, angka kejahatan di wilayah hukum Polda Banten menurun dibanding tahun sebelumnya.

Sebagai informasi, Tomsi mulai menjabat sebagai Kapolda Banten sejak November 2018 lalu. Mantan Karowassidik Bareskrim Polri ini memiliki pengalaman panjang bertugas di reserse.

“Alhamdulillah, kasus demi kasus, ataupun kejadian peristiwa yang dialami oleh masyarakat Banten dapat kita tangani dengan baik. Hal ini tentu saja, tidak hanya peran Polri melainkan adanya sinergitas bersama TNI, Pemerintah daerah, instansi terkait, dan peran masyarakat yang terjun aktif dalam membantu kepolisian dalam menangani kejadian-kejadian tersebut,” ungkap Tomsi kepada media, Rabu (1/1/2020).

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990 itu mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, TNI, Tokoh Masyarakat, Forkominda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) dan masyarakat Banten secara umum yang telah bahu-membahu untuk membantu Polda Banten dalam menyelesaikan permasalah yang ada. “Saya berharap, masyarakat Banten yang terkenal dengan agamisnya dapat memberikan semangat untuk mencegah tindakan kejahatan dan bersama-sama Polri membangun kerukunan, sehingga tercipta kondisi yang aman di Provinsi Banten ini,” ujarnya.

Polda Banten mencatat untuk kasus pembunuhan, selama tahun 2019, Ditreskrimum Polda Banten menangani 12 kasus pembunuhan yang seluruhnya terungkap dan pelakunya berhasil ditahan. Bahkan ada dua kasus tunggakan pembunuhan di tahun 2018 yang juga dapat diselesaikan pada tahun 2019. Ada berbagai jenis motif pelaku, yang paling menonjol diantaranya desakan ekonomi, persaingan bisnis, persugihan, perselingkuhan dan perkosaan serta motif lainnya.

Selain itu, Ditreskrimum Polda Banten berhasil meringkus sindikat perampokan terhadap sejumlah mini market di wilayah hukum Polda Banten yang dilakukan oleh tujuh orang pelaku yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Pengungkapan komplotan spesialis pembobol mini market tersebut, berawal dari tertangkapnya tiga orang pelaku yang sedang melaksanakan aksinya di sebuah mini market di daerah Warunggunung, Lebak. Dari penangkapan tersebut, Polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap empat pelaku lainnya.

Sementara itu Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten juga berhasil mengungkap sejumlah kasus narkoba sepanjang tahun 2019, Kasus narkoba memang mendapat perhatian khusus dari Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir. Dengan jumlah 732 kasus dengan 933 tersangka, menunjukan adanya peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya menangani 644 kasus dengan 834 tersangka.

Meningkatnya pengungkapan kasus narkoba pada tahun 2019 dibanding tahun sebelumnya, menunjukan bahwa jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten, sangat serius memberantas peredaran narkoba. Adapun barang bukti narkoba yang berhasil disita yaitu : sabu 3.934 Gram, Ganja 235.495 Gram, Tembakau Gorila 649,19 Gram, Zenith 201,853 Gram, dan Zat adiktif lainnya 510.660 Butir serta menyita 64.100 botol minuman keras hasil operasi pekat dan sikat tahun 2019.

Selama tahun 2019, tercatat angka kecelakaan lalu lintas sebanyak 1.302 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 619 orang. Dibandingkan tahun 2018 lalu, angka ini menurun. Pada 2018, jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 1.501 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 715 orang. Artinya telah terjadi penurunan jumlah kecelakaan sebanyak 199 kasus sedangkan korban meninggal dunia turun sebanyak 96 jiwa.

Penurunan angka kecelakaan dan korban meninggal dunia ini adalah berkat kerja keras Direktorat lalu lintas dan Polres Jajaran mengkampanyekan Kamseltibcar lantas  melalui program “Milenial Road Safety” di setiap lapisan masyarakat dibawah Komando Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir.

Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir juga menjadi penggagas pelaksanaan Lomba kampung bersih dan aman (LKBA). Tidak hanya kasus kejahatan kriminal, penanganan pasca terjadi tsunami yang menerjang   beberapa wilayah pantai di Selat Sunda, diantaranya pantai-pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan, pada 22 Desember 2018 lalu, menjadi catatan penting oleh jajaran Polda Banten. Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir mengintruksikan untuk menerjukan langsung kekuatan personel Polda Banten yang berjumlah 1.300 personel, untuk membantu para korban yang terdampak bencana tsunami.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Banten, DKI Jakarta, Hukum, GoNews Group

wwwwww