Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
2
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
Politik
19 jam yang lalu
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
3
'Gelora Kemerdekaan 2020' dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
Politik
20 jam yang lalu
Gelora Kemerdekaan 2020 dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
4
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Politik
18 jam yang lalu
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
5
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
Politik
19 jam yang lalu
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
6
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Peristiwa
19 jam yang lalu
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pantau Harimau yang Berkeliaran Dekat Pemukiman di Padang Pariaman, BKSDA Pasang Kamera Trap

Pantau Harimau yang Berkeliaran Dekat Pemukiman di Padang Pariaman, BKSDA Pasang Kamera Trap
Petugas BKSDA memasang kamera pemantau di Padang Pariaman. (foto: BKSDA Sumbar/Langgam.id)
Sabtu, 04 Januari 2020 10:17 WIB

PADANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) memasang kamera trap (pemantau) untuk mengetahui pergerakan harimau sumatera yang berkeliaran di Korong Pasa Balai, Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman.

 

“Kami memasang kamera pemantau untuk memastikan pergerakan harimau sumatera ini. Jumlah kamera yang dipasang saya belum mendapatkan laporan,” ujar Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Sumbar, Eka Dhamayanti, Jumat (3/1/2020) seperti dilansir Langgam.id.

Ia membenarkan adanya beberapa jejak harimau sumatera yang ditemukan di dua lokasi di daerah tersebut. Namun, Dhamayanti belum bisa memastikan perkiraan usia satwa langka itu.

“Usia harimau belum dipastikan, tapi memang di lokasi ditemukan jejak kaki harimau. Kami masih perlu membutuhkan informasi dukungan, teman-teman masih di lapangan,” katanya.

“Jejak kaki memang cukup banyak, paling tidak yang saya terima laporan ada di dua lokasi. Daerah itu bisa dikatakan jelajah harimau, tapi memang bukan wilayah yang biasa kami monitoring,” sambung Dhamayanti.

Ia menyebutkan BKSDA memiliki beberapa wilayah yang menjadi lokasi monitoring populasi harimau sumatra. Di Padang Pariaman, kemungkinan wilayah jelajah harimau.

“Nanti kita kroscek data secara keseluruhan. Sebelumnya, di daerah itu belum pernah ditemukan jejak harimau. Tapi jauh dari itu pernah, kami masih menganalisa berapa jarak pertama ditemukan dan yang sekarang ini,” katanya.

Menurut Dhamayanti, ada beberapa indikasi harimau Sumatra keluar dari habitat hingga masuk ke pemungkiman masyarakat. Salah satunya, sedang tahap penjelajahan habitat.

“Yang sekarang ditemukan jejak kaki harimau ini memang dekat dengan pemukiman masyarakat. Faktor muncul ke pemukiman masyarakat yang pasti bisa jadi sedang pindah dari daerah satu tempat ke tempat lain. Bisa jadi memang ada pemicu lainnya, tapi kami masih mencari data pasti,” tuturnya. (Irwanda/HM)

 

Editor:arie rh
Sumber:Langgam.id
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat

wwwwww