Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
13 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
11 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
18 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
8 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
7 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Badminton

Pantau Harimau yang Berkeliaran Dekat Pemukiman di Padang Pariaman, BKSDA Pasang Kamera Trap

Pantau Harimau yang Berkeliaran Dekat Pemukiman di Padang Pariaman, BKSDA Pasang Kamera Trap
Petugas BKSDA memasang kamera pemantau di Padang Pariaman. (foto: BKSDA Sumbar/Langgam.id)
Sabtu, 04 Januari 2020 10:17 WIB

PADANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) memasang kamera trap (pemantau) untuk mengetahui pergerakan harimau sumatera yang berkeliaran di Korong Pasa Balai, Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman.

 

“Kami memasang kamera pemantau untuk memastikan pergerakan harimau sumatera ini. Jumlah kamera yang dipasang saya belum mendapatkan laporan,” ujar Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Sumbar, Eka Dhamayanti, Jumat (3/1/2020) seperti dilansir Langgam.id.

Ia membenarkan adanya beberapa jejak harimau sumatera yang ditemukan di dua lokasi di daerah tersebut. Namun, Dhamayanti belum bisa memastikan perkiraan usia satwa langka itu.

“Usia harimau belum dipastikan, tapi memang di lokasi ditemukan jejak kaki harimau. Kami masih perlu membutuhkan informasi dukungan, teman-teman masih di lapangan,” katanya.

“Jejak kaki memang cukup banyak, paling tidak yang saya terima laporan ada di dua lokasi. Daerah itu bisa dikatakan jelajah harimau, tapi memang bukan wilayah yang biasa kami monitoring,” sambung Dhamayanti.

Ia menyebutkan BKSDA memiliki beberapa wilayah yang menjadi lokasi monitoring populasi harimau sumatra. Di Padang Pariaman, kemungkinan wilayah jelajah harimau.

“Nanti kita kroscek data secara keseluruhan. Sebelumnya, di daerah itu belum pernah ditemukan jejak harimau. Tapi jauh dari itu pernah, kami masih menganalisa berapa jarak pertama ditemukan dan yang sekarang ini,” katanya.

Menurut Dhamayanti, ada beberapa indikasi harimau Sumatra keluar dari habitat hingga masuk ke pemungkiman masyarakat. Salah satunya, sedang tahap penjelajahan habitat.

“Yang sekarang ditemukan jejak kaki harimau ini memang dekat dengan pemukiman masyarakat. Faktor muncul ke pemukiman masyarakat yang pasti bisa jadi sedang pindah dari daerah satu tempat ke tempat lain. Bisa jadi memang ada pemicu lainnya, tapi kami masih mencari data pasti,” tuturnya. (Irwanda/HM)

 

Editor:arie rh
Sumber:Langgam.id
Kategori:Badminton, Olympic, Sumatera Barat
wwwwww