Ria Irawan Meninggal Dunia, Dokter Ungkap Kanker Memang Bukan Sembuh Tapi...

Ria Irawan Meninggal Dunia, Dokter Ungkap Kanker Memang Bukan Sembuh Tapi...
Kolase Twitter @muti_moutia
Senin, 06 Januari 2020 12:37 WIB
JAKARTA - Artis peran Ria Irawan meninggal dunia pada hari Senin ini (6/1/2020) sekira pukul 4 subuh akibat kanker.

Kolega Ria, Anggota DPR RI Rano Karno, mengetahui Ria sempat dirawat, tapi Ia menduga akhirnya Ria sudah sehat.

“Terakhir pas Desember waktu dia (Ria Irawan) masuk rumah sakit saya mau datang cuma sekali lagi saya selalu telepon melalui mba Dewi Irawan. Dewi bilang ‘Bang, Ria mau pulang tapi dia mau ke Bali dulu'. Berarti sudah sehat dong, ya sudah saya pikir sudah sehat,” ujar Rano Karno di kediaman Ria di bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2020).

Riwayat penyakit Ria Irawan ini, bermula dari diagnosis kanker endometrium atau kanker dinding rahim. Ria pun menjalani operasi pengangkatan rahim pada 30 September 2014.

Saat operasi, dokter melakukan biopsi dan menemukan bahwa kanker Ria ternyata sudah menyebar ke kelenjar getah bening bagian panggul.

Ria pun menjalani kemoterapi dan pada tahun 2014, kanker getah bening yang diidapnya dinyatakan sembuh. Dia bahkan aktif bermain film hingga 2019.

Sayangnya, kabar buruk kembali menerpa Ria. Pada pertengahan 2019, Ria kembali sakit kanker. Kali ini, penyakitnya bahkan sudah menjalar ke paru-paru hingga otak.

Riwayat penyakit Ria mungkin membuat banyak orang bertanya-tanya. Bagaimana kanker yang sudah dinyatakan sembuh bisa kambuh kembali, bahkan menyebar hingga ke mana-mana?

dr. Denny Handoyo Kirana, Sp.Onk.Rad, seorang Dokter Onkologi Radiologi, menjelaskan, istilah sembuh dari kanker kurang tepat, yang benar adalah terkontrol.

"Artinya, orang yang punya kanker tetap punya risiko untuk kambuh. Makanya orang kalau pernah kena kanker, dokternya pasti bilang, 'Kontrol lagi ya'. Ada yang tiga bulan, ada yang setahun sekali. Jadi kalau ada kekambuhan, bisa segera diobati dan tidak menjadi bahaya," kata Denny dalam la siram kompas.com, menjelaskan penyakit yang menyebar melalui darah dan kelenjar getah bening itu.

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:kompas.com
Kategori:GoNews Group, Umum, Peristiwa, DKI Jakarta

wwwwww