Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
Umum
23 jam yang lalu
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
2
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
DPR RI
18 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
3
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
MPR RI
17 jam yang lalu
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
4
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
Sepakbola
18 jam yang lalu
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
5
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
Hukum
17 jam yang lalu
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
6
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Proses Hukum Skandal Jiwasraya, Kejagung 'Garap' Rini Soemarno

Proses Hukum Skandal Jiwasraya, Kejagung Garap Rini Soemarno
Rabu, 08 Januari 2020 16:40 WIB
JAKARTA - Terkait pengungkapan mega skandal Jiwasraya, Kejaksaan Agung membuka peluang untuk memanggil mantan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Begitu yang dikatakan oleh Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setyono kepada wartawan di Kejagung, Selasa sore (7/1).

"Sesuai kebutuhan penyidik. Jika nanti diperlukan (memeriksa Rini Soemarno) maka nanti akan ditindaklanjuti,” kata Hari seperti melansir rmol.id.

Hari menerangkan, tim penyidik hingga kini masih terus mengumpulkan alat bukti sekaligus mengungkap peristiwa tindak pidana korupsi yang terjadi di perusahaan asuransi berplat merah itu.

Minggu ini belum terjadwal. tergantung dari rencana penyidikan para penyidik," pungkasnya.

Sebelumnya perusahaan asuransi milik negara itu mengalami kesulitan gagal bayar kepada nasabah hingga total negara mengalami kerugian senilai Rp 13,7 triliun.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:law-justice.cO
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww