Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
Umum
23 jam yang lalu
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
2
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
DPR RI
18 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
3
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
MPR RI
17 jam yang lalu
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
4
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
Sepakbola
18 jam yang lalu
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
5
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
Hukum
17 jam yang lalu
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
6
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ranking Bontot di Senayan, Siti Zuhro: Kesalahan Zulhas Tak Berinovasi di Pemilu 2019

Ranking Bontot di Senayan, Siti Zuhro: Kesalahan Zulhas Tak Berinovasi di Pemilu 2019
Pengamat Politik dari LIPI Siti Zuhro.
Jum'at, 10 Januari 2020 20:10 WIB
JAKARTA - Perolehan kursi Partai Amanat Nasional (PAN) di Pemilu 2019 merupakan capaian terendah sejak 1999. Hasil pemilu 2019 menempatkan PAN sebagai partai bontot dengan peringkat ke-8 dari 9 partai politik di Senayan.

Pengamat Politik dari LIPI Siti Zuhro mengakui, tidak ada perbaikan signifikan bagi PAN selama dipimpin Zulkifli Hasan. Menurutnya, hasil pemilu 2019 juga stagnan bahkan cenderung menurun.

"Mungkin karena strategi, taktik, manuver-manuvernya itu tidak banyak menghadirkan kebaruan-kebaruan sesuai dengan namanya (reformasi), sehingga tak mendulang cukup banyak suara dan kursi di Pemilu 2019," katanya pada wartawan, Jumat (10/1/2020).

Berbeda dengan NasDem yang memiliki jargon "Restorasi, dalam pemilu kemarin kursi partai besutan Surya Paloh itu justru meningkat di Senayan.

"Harusnya bisa menyuguhkan hal yang baru agar tidak ditinggal konstituennya,".

Paling tidak, lanjut Wiwik, PAN harus mampu menyuguhkan calon-calon legislatif yang unggul dan diinginkan masyarakat. Dengan begitu, kursi PAN di DPR bisa meningkat.

Diketahui, meski suara PAN meningkat sedikit dibandingkan pemilu 2014, tapi perolehan kursi di DPR menurun. Dari 48 kursi menjadi 44.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Politik, DKI Jakarta

wwwwww