Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
23 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
2
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
24 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
3
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
4
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
Sepakbola
24 jam yang lalu
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
5
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Sepakbola
24 jam yang lalu
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
6
Jose Enrique Tak Merasa Bersaing dengan Eduardo Barbosa dan Ernesto Gomez
Sepakbola
24 jam yang lalu
Jose Enrique Tak Merasa Bersaing dengan Eduardo Barbosa dan Ernesto Gomez
Home  /  Berita  /  Badminton

Ranking Bontot di Senayan, Siti Zuhro: Kesalahan Zulhas Tak Berinovasi di Pemilu 2019

Ranking Bontot di Senayan, Siti Zuhro: Kesalahan Zulhas Tak Berinovasi di Pemilu 2019
Pengamat Politik dari LIPI Siti Zuhro.
Jum'at, 10 Januari 2020 20:10 WIB
JAKARTA - Perolehan kursi Partai Amanat Nasional (PAN) di Pemilu 2019 merupakan capaian terendah sejak 1999. Hasil pemilu 2019 menempatkan PAN sebagai partai bontot dengan peringkat ke-8 dari 9 partai politik di Senayan.

Pengamat Politik dari LIPI Siti Zuhro mengakui, tidak ada perbaikan signifikan bagi PAN selama dipimpin Zulkifli Hasan. Menurutnya, hasil pemilu 2019 juga stagnan bahkan cenderung menurun.

"Mungkin karena strategi, taktik, manuver-manuvernya itu tidak banyak menghadirkan kebaruan-kebaruan sesuai dengan namanya (reformasi), sehingga tak mendulang cukup banyak suara dan kursi di Pemilu 2019," katanya pada wartawan, Jumat (10/1/2020).

Berbeda dengan NasDem yang memiliki jargon "Restorasi, dalam pemilu kemarin kursi partai besutan Surya Paloh itu justru meningkat di Senayan.

"Harusnya bisa menyuguhkan hal yang baru agar tidak ditinggal konstituennya,".

Paling tidak, lanjut Wiwik, PAN harus mampu menyuguhkan calon-calon legislatif yang unggul dan diinginkan masyarakat. Dengan begitu, kursi PAN di DPR bisa meningkat.

Diketahui, meski suara PAN meningkat sedikit dibandingkan pemilu 2014, tapi perolehan kursi di DPR menurun. Dari 48 kursi menjadi 44.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww