Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
Peristiwa
16 jam yang lalu
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
2
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
Nasional
14 jam yang lalu
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
3
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
Peristiwa
13 jam yang lalu
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
4
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
Nasional
14 jam yang lalu
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
5
Calon Wagub Sumbar Usungan Gerindra Jadi Tersangka
Hukum
17 jam yang lalu
Calon Wagub Sumbar Usungan Gerindra Jadi Tersangka
6
Kejagung Punya Cukup Alat Bukti Tetapkan Jaksa Pinangki Sebagai Tersangka
Nasional
16 jam yang lalu
Kejagung Punya Cukup Alat Bukti Tetapkan Jaksa Pinangki Sebagai Tersangka
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Alasan Ini, Mendagri Minta Anggaran Blangko e-KTP 2020 Ditambah

Alasan Ini, Mendagri Minta Anggaran Blangko e-KTP 2020 Ditambah
Ilustrasi: detik.com
Selasa, 14 Januari 2020 11:19 WIB
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani menambah anggaran pengadaan blanko e-KTP tahun ini 2020.

"Soal anggaran blanko e-KTP, kami perkirakan 2020 tidak cukup sampai akhir tahun. Sehingga kami minta anggaran ditambah," ucap Tito usai menggelar pertemuan tertutup dengan bendahara negara dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo di Kementerian Keuangan pada Senin (13/1/2020).

Tak disebut berapa besar anggaran yang dibutuhkan, tapi lansiran CNN Indonesia menyebutkan, Tito memperkirakan kebutuhan blanko e-KTP akan meningkat dari semula 24 juta keping menjadi 30 juta keping, sehingga masih perlu 14 juta keping.

"Jangan sampai nanti menimbulkan kelangkaan untuk pembuatan blanko e-KTP di daerah-daerah karena tahun lalu juga kurang sebenarnya, tapi sudah dipenuhi," katanya.

Di sisi lain, Tito mengatakan kebutuhan blanko e-KTP akan bertambah tahun ini karena pemerintah harus mengantisipasi dampak pascabencana.

"Ini penting, seperti banjir kemarin, ada yang kehilangan KTP, KK, dan lainnya," tuturnya.

Sebelumnya, Kemendagri sebenarnya sudah memperkirakan kebutuhan blanko e-KTP akan meningkat menjadi 24 juta keping pada tahun ini. Dari proyeksi itu, Kemendagri akhirnya mengajukan pergeseran anggaran ke Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Semula pengajuan anggaran yang digeser dari pagu anggaran Kemendagri sebesar Rp15,3 miliar. Namun, Komisi II DPR hanya menyetujui sebesar Rp12 miliar.

Permintaan itu tak sepenuhnya dikabulkan DPR karena sekitar Rp3 miliar anggaran untuk blanko e-KTP sejatinya sudah berada di pagu anggaran Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil.

Namun, karena proyeksi kebutuhan blanko e-KTP meningkat lagi, maka Tito meminta kepada Sri Mulyani untuk menambah anggaran kementerian.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:GoNews Group, Ekonomi, Pemerintahan, DKI Jakarta

wwwwww