Pertina Sumbar Sebut Mantan Petinju Nasional Menjambret karena Kecanduan Narkoba

Pertina Sumbar Sebut Mantan Petinju Nasional Menjambret karena Kecanduan Narkoba
Mantan petinju nasional Gonzales ditangkap karena menjambret ponsel di Padang, 25 Januari 2020. (foto: Langgam.id)
Selasa, 28 Januari 2020 22:18 WIB

PADANG - Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sumatera Barat (Sumbar) mengaku lepas tangan dengan kelakuan mantan petinju nasional Gonzales yang berulang kali ditangkap polisi karena kasus pencurian.

Dikutip dari tempo.co, Wakil Ketua II Pertina Sumbar, Sri Mawarni Pohan mengatakan, saat menjadi atlet Gonzales dikenal sebagai sosok yang baik. “Awalnya baik ya karena udah dapat kerja di PT Semen Padang, dia bisa begitu karena narkoba,” kata Sri Mawarni Pohan kepada Tempo, Selasa, 28 Januari 2020.

Polisi menangkap mantan petinju nasional, Gonzales, 40 tahun, karena menjambret ponsel milik seorang mahasiswa di Padang, Sabtu siang, 25 Januari 2020. Peristiwa itu terjadi di Jalan Ciliwung, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.

Gonzales adalah mantan petinju andalan Sumbar di kelas terbang sepanjang 1994-2002. Ia sempat masuk tim Pelatnas Pra Olimpiade Sydney 2000. Ia kemudian beralih ke profesional pada 2002.

Pohan mengaku sempat bertemu Gonzales pada Kejuaraan Tinju Amatir Piala Wali Kota Padang 2019 yang digelar akhir Desember. Gonzalez yang datang untuk menonton menyambangi dirinya untuk memberi salam.

"Terus saya tanya, sudah sadar kau, dia bilang sudah Bu, tahu-tahunya baca di FB masuk lagi, sudah tidak bisa dibina lagi itu," kata dia.

Menurut Pohan, pengurus Pertina memfasilitasi Gonzales untuk bekerja di PT Semen Padang setelah pensiun dari tinju. Ia mengaku kecewa karena Gonzales malah melakukan pencurian di kantornya itu.

"Kasusnya itu mencuri di PT Semen Padang, tempat dia kerja, sudah susah itu anak, sudah cukup orang berbuat untuk dia," katanya.

Kasus pencurian di PT Semen Padang yang dilakukan oleh petinju bernama lengkap Gonzales bin Anur itu dilakukan pada tahun 2017. Ia mencuri empat batang besi milik PT Semen Padang. Dia pun ditangkap oleh Polsek Lubuk Kilangan pada 6 Juli 2017.

Pohan mengatakan, kelakuan Gonzales mencoreng nama Pertina. Padahal, kata dia, banyak mantan atlet yang sudah bekerja di PT Semen Padang, tapi cuma mantan petinju spesialis kelas terbang itu yang punya kelakukan buruk.

"Semua atlet di Sumbar walaupun berprestasi di tingkat daerah tapi bisa dibina ke depan, selalu dicarikan pekerjaan. Di Balai Kota Padang, berapa banyak tuh di Damkar,” ungkap dia.

Belajar dari kasus Gonzales, pengurus Pertina mulai lebih ketat mengawasi perilaku atlet. Pohan menyebutkan tidak akan mentoleransi petinju yang terindikasi memakai narkoba. “Kalau tahu memakai begitu, kita keluarkan,” kata dia. ***

Editor:arie rh
Sumber:tempo.co
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat

wwwwww