Home > Berita > Hukum

Kejati Riau tak Temukan Kerugian Negara Pada Dugaan Korupsi Dana Profesi dan Tunjangan Pada Disdik Kuansing

Kejati Riau tak Temukan Kerugian Negara Pada Dugaan Korupsi Dana Profesi dan Tunjangan Pada Disdik Kuansing
Gedung Kejati Riau. (int)
Kamis, 30 Januari 2020 09:07 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU - Penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi dana profesi dan tunjangan guru di Dinas Pendidikan Kuansing dihentikan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau karena dianggap tidak memiliki cukup bukti untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Hilman Azizi mengatakan, jika dilihat dari hasil audit tidak ada kerugian negara yang ditimbulkan.

"Iya benar dihentikan karena penyidik tidak memiliki cukup bukti untuk meneruskan perkaranya. Karena tidak terbukti ada kerugian negaranya," kata Hilman saat dikonfirmasi GoRiau.com, Rabu (29/1/2020) malam.

Namun Hilman mengatakan, tidak menutup kemungkinan perkara itu akan dibuka kembali apabila penyidik menemukan adanya bukti baru atau novum, namun menurutnya kemungkinan tersebut kecil kemungkinan akan terjadi.

"Iya bisa aja, tapi sulit ada novum, hitungan angkanya sudah jelas, cuma masalah pemindahbukuan saja," terang Hilman.

Untuk diketahui, perkara itu ditangani oleh Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau, setelah menerima pelimpahan perkara dari Bidang Intelijen. Pelimpahan perkara itu dilakukan pada bulan September 2019 lalu.

Kemudian Pidsus Kejati Riau melakukan pengusutan dan pendalaman berupa penelaahan perkara. Hasilnya, perkara itu akan dilidik ulang berdasarkan surat perintah penyelidikan (sprinlid) yang ditandatangani oleh Kepala Kejati (Kajati) Riau saat itu, Uung Abdul Syakur, pada minggu kedua Oktober 2019.

Selain itu, sejumlah pihak juga telah diklarifikasi. Di antaranya, mantan Wakil Ketua DPRD Kuansing, Sardiyono yang saat ini adalah anggota DPRD Riau. Selain dia, mangan anggota DPRD Kuansing lainnya, Rustam Effndi juga pernah menjalani proses yang sama. 

Proses klarifikasi juga pernah dilakukan terhadap sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing. Mereka diketahui bertugas di Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) setempat.

Berdasarkan informasi yang dirangkum, dugaan korupsi tersebut terjadi di Dinas Pendidikan (Disdik) Kuansing berupa tunjangan profesi dan tambahan penghasilan guru itu, dilakukan pada tahun 2015 sampai 2016.

Kegiatan tersebut menggunakan dana dari APBD Kuansing. Disinyalir, anggaran untuk kegiatan itu sebesar Rp56 miliar, tetapi yang terealisiasi Rp38 miliar. Artinya, ada sisa sebanyak sekitar Rp18 miliar yang belum diketahui peruntukkannya. ***

Kategori:Hukum, Riau

GoNews Gedung Kejati Riau Senilai Rp129 Miliar Diresmikan Jaksa Agung
GoNews Walikota Pekanbaru Sebut Gedung Kejati Riau Berkontribusi dalam Kemajuan Pembangunan Kota Madani
GoNews Kasasi Ditolak, Pabrik PT LBPI di Rohul Segera Disita
GoNews Dugaan Bobolnya Duit Nasabah, Jaksa Panggil Kacab Bank BJB di Pekanbaru
GoNews Soal Progres Pembangunan Gedung Mapolda yang Diduga Belum Tuntas di Masa Perpanjangan Waktu, Ini Kata Komisi IV DPRD Riau
GoNews Meski Dikritik dan Gerogoti Uang Rakyat Riau, Penambahan Anggaran Gedung Kejati tidak akan Dibatalkan
GoNews Diduga Ikut Rambah Hutan, Polda Riau Limpahkan Berkas Tersangka PT Diamond
GoNews Dalam Waktu Dekat, Tersangka Korupsi Dana Desa Sako Pangean akan Dilimpahkan ke Kejari
GoNews Sisa Pengerjaan Pembangunan Gedung Mapolda dan Kejati Riau Dibayar Tahun Ini
GoNews Kejati Riau Akhirnya Hentikan Penyidikan Dugaan Korupsi Tugu Antikorupsi
GoNews Miskomunikasi, Manajemen HK Minta Maaf Soal Pelarangan Wartawan Meliput Topping off Gedung Kejati Riau
GoNews Plus Progres, HK Pastikan Pembangunan Gedung Baru Kejati Riau Terkendali dan Tepat Waktu
GoNews Ketua PWI Riau Kecam Tindakan Sekuriti HK Larang Liputan Toppping Off Gedung Baru Kejati
GoNews Oalah, Ada-ada Saja, Wartawan Dilarang Meliput Seremonial Topping Off Gedung Baru Kejati Riau
GoNews Meski Sanggup Danai Gedung Polda dan Kejati Rp 266 Miliar, Pemprov Riau Ngaku Desifit APBD Rp1 Triliun
GoNews Saat Pemprov Riau Biayai Gedung Polda dan Kejati Rp266 Miliar, Anak-anak di Inhil Harus Pertaruhkan Nyawa untuk Sampai di Sekolah
GoNews Sanggup Biayai Gedung Polda dan Kejati Riau Rp266 Miliar tapi Pemprov Belum Bayarkan Insentif ke-13, Dewan Kecewa
GoNews Berlanjut, Giliran Proyek Drainase Paket B Jalan Soekarno Hatta Diintai Kejari Pekanbaru
wwwwww