Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
Peristiwa
17 jam yang lalu
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
2
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
Peristiwa
19 jam yang lalu
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
3
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Nasional
17 jam yang lalu
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
4
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
5
Waduh... Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Mundur
Kesehatan
11 jam yang lalu
Waduh... Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Mundur
6
Indonesia Masuki Resesi, PKS Minta Pemerintah Fokus Perhatikan Masyarakat dan Dunia Usaha
Peristiwa
12 jam yang lalu
Indonesia Masuki Resesi, PKS Minta Pemerintah Fokus Perhatikan Masyarakat dan Dunia Usaha
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Musrenbang Desa 2020 di Samosir Masih Tonjolkan Infrastruktur

Musrenbang Desa 2020 di Samosir Masih Tonjolkan Infrastruktur
Jum'at, 31 Januari 2020 09:25 WIB
Penulis: Helbos Sitanggang
SAMOSIR-Beberapa Kecamatan di Kabupaten Samosir sudah hampir rampung pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Desa. Dari hasil Musrenbang Desa 2020, rata-rata masih menonjolkan pembangunan infrastruktur, belum mengarah kepada pemberdayaan.

"Musrenbang Desa, besok sudah selesai karena tinggal 2 desa lagi. Pada umumnya, dominan desa masih mengusulkan fisik, seperti pembangunan irigasi pertanian, dan Jalan Usaha Tani (JUT)," jelas Camat Sianjur Mula-mula, Rudi Sitorus, dikonfirmasi gosumut.com, Kamis (30/1/2020) mengenai hasil Musrenbang Desa dari 12 desa yang ada di Sianjur Mula-mula.

Menurutnya, usulan itu merupakan kebutuhan yang nyata khusus Kecamatan Sianjur Mula-mula dan diharapkan dapat dilaksanakan dengan baik. Dan selaku camat, akan mendukung penuh proses pembangunan di desa yang bersumber dari dana desa.

"Harapan kita, karena ini prinsipnya partisipasi dan pemberdayaan, lebih mengutamakan penggunaan potensi lokal desa, dan juga masyarakat lokal. Intinya bahwa, karena Musrenbang itu dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat, khusus Sianjur, itulah kebutuhan yang real, yang nyata. Jadi, apapun yang disepakati masyarakat melalui Musrenbang, kita dukung dan upayakan pembangunan berjalan baik sesuai skala prioritas yang pemanfaatannya lebih banyak," ucap Rudi Sitorus.

Sama, Kecamatan Harian terdiri dari 13 desa, juga hampir tuntas melaksanakan Musrenbang Desa, karena tinggal 2 desa lagi. Dan dari hasil Musrenbang, usulan masyarakat juga lebih kepada infrastruktur mendukung pertanian.

"Pada umumnya masih kepada infrastruktur mendukung pertanian. Harapan kita memang, anggaran dana desa di-push ke BUMDes. Tetapi tidak bisa, karena sudah merupakan hasil pra-Musrenbang tahun kemarin. Memang, dalam rangka mendukung visi misi pertanian dan pariwisata, memang mengarah kesitu semua," tutur Camat Harian, Roberton Manik.

Tidak hanya Kecamatan Sianjur Mula-mula dan Harian, hasil Musrenbang Desa dari 8 desa di Kecamatan Ronggurnihuta, penggunaan dana desa juga diarahkan kepada pembangunan infrastruktur. "Musrenbang Desa sudah selesai hari ini. Hasil Musrenbang lebih kepada infrastruktur. Untuk dana desa TA 2020 kita harapkan dapat dilaksanakan dengan baik, dikerjakan dengan serius, karena pengawasan sudah semakin ketat," ucap Camat Ronggurnihuta, Sitor Silalahi.

Beda, Camat Pangururan, Beresman Simbolon, menyampaikan, walau belum memulai Musrenbang tingkat Desa, berharap hasil Musrenbang tahun ini, untuk penggunaan Dana Desa TA 2021 agar lebih kepada pemberdayaan.

"Khusus Kecamatan Pangururan, Musrenbang Desa kita mulai tanggal 3 Februari. Saat ini masih musyawarah tingkat dusun dan sudah terlaksana 98%. Kita harapkan hasilnya lebih kepada pemberdayaan," ucap Beresman.

Musrenbang Desa yang akan dimulai 3 Februari, lanjut Beresman, diupayakan tuntas dalam satu minggu untuk 28 desa yang ada di Kecamatan Pangururan. Dan diharapkan seluruh desa untuk lebih proaktif melakukan kegiatan berbasis kemajuan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

"Harapan kita dan sesuai harapan seluruh masyarakat, untuk anggaran 2021, kita himbau seluruh desa agar lebih proaktif melakukan kegiatan yang berbasis kepada kemajuan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Lakukan pemberdayaan, jangan melulu kepada fisik," imbuh Beresman.

Ia jelaskan, pemberdayaan dimaksud dengan membuat semacam badan usaha desa, pengembangan kelompok-kelompok usaha yang ada di desa. "Sesuai regulasi melalui peraturan Bupati, yang pasti penggunaan dana desa bisa untuk pengembangan kelompok-kelompok, misalnya kelompok tenun dan semacamnya," ujar Beresman.

Terkait masih banyak desa di wilayah kecamatan yang ia pimpin belum mendirikan Badan Usaha Desa (BUMDes) hingga kini, Beresman mengatakan, akan mendorong semua desa untuk secepatnya membentuk BUMDes.

"Harapan kita, seluruh desa secepatnya membuat BUMDes, atau badan-badan usaha lainnya, misalnya badan usaha perdagangan. Tetapi tetap harus melihat potensi desanya, badan usaha apa kira-kira yang cocok. Karena kita juga tidak bisa memaksa, tetapi sifatnya mendorong," tutupnya.*

Editor:Sisie
Kategori:Sumatera Utara, Pemerintahan, Peristiwa, Umum

wwwwww